Pages

Monday, December 21, 2009

Strategi Bodoh Rencana Bisnis Properti (Perumahan)

December 9, 2008

1 Votes
Quantcast

Strategi mengembangkan lokasi untuk dikembangkan menjadi perumahan, setahu saya belum pernah ada buku panduannya. Bahkan tidak akan pernah anda jumpai dalam buku-buku kuliah! Kalaupun ada, tolong kasih tahu saya.

Nah berikut ini beberapa strategi bodoh yang biasa kami lakukan dalam rencana bisnis properti dengan melakukan survei-survei bodoh tertentu dan menetapkan dasar awal segmentasi pasar properti yang akan kita bidik.

Strategi ini di luar dari strategi promosi, perencanaan dan keuangan dan strategi bisnis lainnya yang dapat Anda baca pada bagian lain dari blog ini atau Anda tunggu sampai saya tulis… hehehe…

Strategi inipun bukan strategi yang mutlak dapat Anda gunakan. Alangkah akan lebih baik jika Anda memiliki strategi-strategi lainnya – yang mungkin sama bodohnya – dan menggabungkan serta menyempurnakan strategi ini. Setidaknya, mari berbagi dan saling belajar…

Strategi Bodoh Satu; Melihat banyaknya bank

Banyaknya bank yang ada di kota tujuan, mudahnya adalah bergeraknya perekonomian di kota tersebut. Representasi dari aktifitas perekonomian dan bisnis yang ada. Lagipula Anda sebagai pengembang lebih mudah memilah dan memilih bank untuk menjadi pemberi KPR dalam proyek perumahan Anda bukan ? Asal bukan bank plecit ya…

Strategi Bodoh Dua; Melihat banyaknya pasar

Pengertian pasar di sini adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli. Jadi terspesifikasi hanya pasar tradisional saja. Bisa saja mall, ruko atau perkantoran bahkan perguruan tinggi. Ingat teori pendapatan perkapita ? Salah satu pendorong tingginya pendapatan perkapita adalah sisi konsumsi! Berarti banyaknya pasar artinya banyaknya potensi konsumsi! Dan potensi konsumsi ini dapat Anda alihkan menjadi potensi investasi di properti alias perumahan yang akan Anda buka PASTI akan laku!

Strategi Bodoh Ketiga; Melihat berapa banyak pemain properti

Melihat banyaknya pemain properti bukan sekedar melakukan pengamatan. Tetapi juga memetakan titik lokasinya. Caranya gampang. Beli saja peta kota dimaksud dan tandai dengan spidol atau alat tulis lainnya. Eitt tidak berhenti di sini, survey harganya, tipe rumah yang dibangun, spesifikasi bangunan, fasilitas perumahan, bahkan kalau perlu nama notaris yang digunakan. Ehm bodoh saja, jika Anda memang akan mengembangkan perumahan di kota tersebut, paling tidak notaris yang akan Anda tunjuk adalah notaris yang memang sudah terbiasa dengan jual beli rumah di perumahan.

Nah, data yang Anda peroleh bisa menjadi dasar untuk menentukan segmentasi pasar dan strategi bisnis lainnya yang akan Anda garap!

Strategi Bodoh Keempat; Tak perlu kreatifitas tinggi

Strategi bodoh keempat coba saya jelaskan seperti ini:

Andaikan lokasi Anda lebih dekat dengan pusat kota dengan kompetitor dan kompetitor menjual produknya misalkan 150 juta, secara bodoh saja, jika Anda jual produk Anda SAMA DENGAN kompetitor, tipe rumah sama, spesifikasi bangunan sama, pun dengan fasilitas yang sama, pertanyaannya adalah apakah produk Anda akan laku terjual? Pasti laku!

Andaikan lokasi Anda lebih jauh dengan pusat kota dibanding dengan kompetitor dan kompetitor menjual produknya misalkan 150juta, secara bodoh saja, jika jual produk Anda LEBIH MURAH 10% dari kompetitor, tipe rumah sama, spesifikasi bangunan sama, pun dengan fasilitas yang sama, pertanyaannya adalah apakah produk kita akan laku terjual? Pasti laku!

Maksudnya adalah Anda tinggal pilih pengembang mana di kota tersebut yang memiliki lokasi yang bagus dan laku keras. Dekati lokasinya, harganya, spesifikasinya, tipenya, dengan justifikasi tertentu dan yakin bahwa Anda akan menang.

Jadi, Anda sudah memilih lokasi? Kasih tau saya ya….

No comments:

Post a Comment