Pages

Showing posts with label banking. Show all posts
Showing posts with label banking. Show all posts

Sunday, June 28, 2015

Mudahnya Cek Saldo Rekening dari Ponsel

Mobile banking semakin membuat mudah transaksi perbankan dari mana saja. Salah satunya adalah cek saldo rekening bank dari ponsel. Ini bisa dilakukan dengan mendaftarkan nomor ponsel dulu ke mobile banking servis di menu ATM.

Ada dua fitur layanan banking yang bisa dilakukan dari ponsel, yaitu fitur SMS banking dan Mobile banking. Keduanya memiliki akses ke rekening bank dengan pilihan servis yang berbeda. Mobile banking menggunakan aplikasi ponsel, sedang SMS banking menggunakan layanan SMS.

Keduanya sama-sama memiliki fitur layanan banking yang sama, bisa cek saldo rekening, transfer uang antar rekening bank. Namun perlu diperhatikan ada biaya dari setiap transaksi lewat mobile banking maupun SMS banking ini, besarannya yaitu sekitar 1000-an rupiah per transaksi. Ini mungkin berbeda di tiap operator ponsel atau tergantung tarif masing-masing operator.

Sebenarnya biaya layanan ini tidak terlalu besar bila dibandingkan dengan kemudahan yang diberikan dari fitur mobile banking ini. Ada banyak efisiensi waktu dan hemat biaya saat menggunakan layanan mobile banking ini. Tentunya tidak perlu lagi susah-susah mencari ATM, cukup dengan tiduran di kamar bisa cek saldo atau transfer uang kemanapun.

Ini sudah suatu kemudahan yang bisa meningkatkan efisiensi kerja. Ada banyak waktu yang bisa dihemat dengan menggunakan layanan mobile banking ini. Hanya saja perlu kehati-hatian dalam menjaga ponsel yang memiliki layanan mobile banking ini.

Salah satunya harus menjaga kerahasian pin mobile banking. Juga tentunya jangan sampai ponsel digunakan oleh orang lain. Bila ponsel hilang, segera blokir rekening bank yang dipakai mobile banking.

Kalau tidak uang di rekening bank bisa dibobol oleh yang menemukan ponsel ini. Makanya khusus untuk ponsel yang ada mobile bankingnya harus dijaga dengan ekstra hati-hati. Juga jangan isi uang di rekening tersebut dengan jumlah yang besar.

Memang kalau bisa miliki dua rekening, dengan rekening yang ada mobile bankingnya diisi uang seperlunya saja. Soalnya bila sudah dibobol, uang akan sulit kembalinya. Jadi harus ekstra hati-hati menjaga ponsel yang memiliki mobile bankingnya.

Wednesday, June 24, 2015

Kenapa Fitur Autodebet harus Dihindari?

Fitur autodebet pada rekening bank mungkin berguna pada pembayaran cicilan pinjaman, angsuran kredit mobil, angsuran rumah, yang memiliki jumlah tetap atau fixed. Fitur autodebet juga cukup bagus buat bayar listrik, PAM, yang memiliki jumlah kecil. Lalu kenapa fitur autodebet harus dihindari?

Fitur autodebet ini harus dihindari pada pengeluaran yang tidak pasti jumlahnya. Pada pengeluaran penggunaan kartu kredit yang bisa saja ada fasilitas cicilan dengan bunga nol persen. Tentunya anda tidak akan melewatkan kemudahan dalam membeli barang yang lebih longgar pembayarannya.

Juga bila bayar kartu kredit secara autodebet akan menghabiskan dana kas di rekening anda. Soalnya pengeluaran kartu kredit kadang lebih besar dari jumlah kas anda di bank. Bila kehabisan uang kas dan harus gesek tunai dari kartu kredit akan memiliki ongkos atau biaya yang lebih mahal.

Ingat gestun memiliki biaya awal dan bunga yang tinggi, maka lebih baik menjaga posisi kas di rekening anda selalu ada. Lebih lagi bila memiliki porsi pengeluaran yang tidak terkontrol, lebih baik non aktifkan fitur autodebet. Ini untuk jaga-jaga agar jangan sampai kehabisan uang kas di rekening.

Bila anda dalam taraf menyeimbangkan aliran kas di rekening bank, memang sebaiknya fitur autodebet dimatikan. Meskipun itu untuk pembayaran listrik, PDAM, yang jumlahnya kecil ataupun bayar cicilan yang jumlahnya pasti. Bila pengeluaran lebih besar dari jumlah kas di rekening, tentunya bisa habis uang kas di rekening. Ujung-ujungnya nanti gestun lagi dari kartu kredit, jelas tidak efektif dalam pengelolaan keuangan.

Dalam mengatur posisi keuangan, utamakan dulu pembayaran yang maksimal bunganya atau dendanya. Misal bila cicilan mobil lebih besar bunga atau dendanya, maka lebih baik bayar dulu. Lalu untuk listrik atau PDAM yang lebih rendah denda atau bunganya bisa dimundurkan pembayarannya. Cara ini memang tidak bisa dilakukan bila fitur autodebet diaktifkan.

Semuanya akan tepat waktu bila memakai fitur autodebet, tapi bisa menghabiskan uang kas di rekening bila tak pandai-pandai menghitungnya. Sebenarnya fitur autodebet ini cocoknya bagi yang sudah punya pengelolaan keuangan yang baik. Porsi aliran kas di rekening sudah lebih besar dari pengeluaran, baru fitur autodebetnya bermanfaat.