Pages

Showing posts with label industri pariwisata. Show all posts
Showing posts with label industri pariwisata. Show all posts

Thursday, November 19, 2015

Dampak Teror, Pemeriksaan di Bandara diperketat kembali

Mengulang kisah teror di amerika, pemboman atas pesawat rusia dan teror Paris telah membangunkan kembali kesiagaan di bandara. Pemeriksaan kembali diperketat dengan waktu screening yang lebih lama dari sebelumnya. Bisa jadi lebih lama waktu screeningnya dibandingkan lamanya penerbangan.

Namun yang perlu diperhatikan, penumpang pesawat wajib check-in lebih awal, agar memiliki waktu yang lebih longgar dengan saat boarding. Ini tentunya agar tidak sampai ketinggalan pesawat. Juga saat transit untuk ganti pesawat, usahakan tidak belanja dulu karena masih ada screening lagi. Semua ini memang gara-gara aktifitas teror yang semakin meluas.

Waktu perjalanan dengan pesawat terbang tidak bisa diharapkan lebih cepat lagi, ini terutama dengan penerbangan internasional. Namun diperkirakan tak begitu berpengaruh pada dunia pariwisata. Hanya memang adanya peningkatan pemeriksaan di bandara ini bisa mengurangi rasa nyaman perjalanan dengan pesawat terbang.

Bagi turis mungkin masih memiliki waktu lebih longgar dibandingkan mereka yang melakukan perjalanan bisnis. Waktu adalah uang mungkin akan berbentur dengan waktu adalah keselamatan dalam perjalanan. Semua akan rela mengorbankan waktunya demi mendapatkan rasa aman yang sekarang semakin mahal dan sulit didapat.

Terjadinya teror Paris memang tidak terduga, bahkan pihak intelejen Prancis maupun Amerika tak mendeteksi adanya sinyal akan adanya serangan tersebut. Hanya pihak Israel yang mencium gelagat serangan tapi terlambat untuk berkoordinasi. Perlu juga diperhatikan, teror tidak lagi memandang siapa secara individu.

Saat ini teroris banyak mengincar kawasan landmark untuk menaikan popularitas mereka. Diduga ini menyangkut funding, dari ulasan banyak kalangan memang menyarankan untuk menghindari tempat wisata popular yang mungkin menjadi target para teroris. Hindari keramaian di kawasan wisata yang memiliki rasio resiko lebih tinggi dibandingkan daerah wisata yang sepi pengunjungnya.

Untuk sementara dampak aksi teror paris akan berpengaruh pada kunjungan wisata di tanah air. Disini pemerintah harus segera merespon dengan meningkatkan kesiagaan, memberi sinyal ke publik bahwa ada respon positif untuk menjaga keselamatan dan keamanan dari ancaman teroris. Tindakan yang tepat secara implisit akan meningkatkan kepercayaan turis terutama wisman akan keseriusan pemerintah menjaga keselamatan para turis.

Monday, November 9, 2015

Bandara Ditutup, Apa Solusinya?

Berkali-kali bandara di daerah tujuan wisata di Indonesia mengalami gangguan debu vulkanik dari gunung meletus. Akibatnya sering terjadi penutupan yang berkepanjangan dan mengganggu aktifitas pariwisata. Kerugiannya boleh dibilang sangat besar, ini mengingat dengan kondisi ekonomi yang serba sulit masih diganggu lagi oleh bencana alam.

Meskipun gunung meletusnya jauh dari tempat tujuan wisata, seringkali dampak debu vulkaniknya menyebar lebih luas dari perkiraan. Otoritas bandara maupun maskapai penerbangan sendiri tidak berani ambil resiko untuk menerjang sebaran debu vulkanik. Akibatnya banyak pernerbangan ditutup dan penumpang maupun turis tak bisa bergerak leluasa.

Memang mau apa lagi bila kondisi ini terjadi, tapi sebenarnya ada solusi dari peristiwa yang sering terjadi. Soalnya tidak sekali ini saja gunung meletus terjadi, sudah berkali-kali dan otomatis menimbulkan kerugian di industri pariwisata yang tidak sedikit. Harusnya memang pemerintah sebagai pihak yang berkepentingan turut aktif mencari jalan keluar dari persoalan ini.

Salah satunya adalah memberikan solusi transportasi bagi turis atau penumpang di daerah yang bandaranya ditutup. Bisa dengan alternatif jalur darat atau laut ke bandara terdekat yang tidak terkena sebaran debu vulkanik. Solusi ini mungkin tidak banyak membantu, soalnya tidak semua maskapai memiliki jaringan penerbangan di bandara terdekat tersebut. Namun setidaknya memberi pilihan bagi turis atau penumpang untuk tetap bisa menjalankan aktifitasnya.

Selama ini hampir tidak ada tindakan yang berarti dari pemerintah. Kebijakannya masih menutup bandara sampai sebaran debu vulkanik tidak menaungi jalur penerbangan. Padahal ini bisa berhari-hari dan berminggu-minggu, tentunya akan semakin merugikan turis maupun ekonomi di daerah wisata tersebut.

Disini memang perlu campur tangan pemerintah, sebagai pihak yang berkepentingan atas pertumbuhan industri pariwisata dan memiliki dana yang besar untuk bisa mencari solusi dari bencana ini. Pemerintah harus selalu bisa memberikan alternatif transportasi saat bandara ditutup, alternatif tujuan wisata dan memperbaiki jaringan transportasi yang lebih cepat. Tidak ada salahnya memperbaiki jalur kapal cepat yang pernah melayani transportasi antar pulau dengan lebih baik.

Ini mengingat wilayah Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau dan terpisah oleh lautan, maka angkutan laut yang cepat adalah pilihan yang harus ada. Apalagi dengan frekwensi bencana gunung meletus yang sering terjadi, maka sudah keharusan industri pariwisata ini memiliki alternatif transportasi yang lebih baik. Pembukaan alternatif transportasi juga akan memperluas akses ke daerah tujuan wisata sekaligus mengembangkan perekonomian menjadi lebih baik lagi.