Pages

Showing posts with label asuransi. Show all posts
Showing posts with label asuransi. Show all posts

Wednesday, July 1, 2015

Asuransi Kredit Tertekan oleh Naiknya NPL

Sudah beberapa bulan ini premi dari asuransi kredit ini sudah berancang-ancang untuk dinaikan. Ini sebagai langkah lanjutan atas naiknya NPL di beberapa bank. Pastinya untuk menekan kredit macet dari berbagai sektor.

Salah satu yang paling terpukul adalah kredit motor, sektor ini menyumbang pendapatan yang terbesar bagi asuransi kredit. Namun juga menyumbang kredit macet yang cukup tinggi. Angkanya masih bergulir, tapi sudah bisa ditebak lesunya ekonomi dan menurunnya daya beli masyarakat menjadi penyebabnya.

Kondisi ini sudah pernah terjadi sebelumnya hingga tak heran pemberian kredit sudah mulai diperketat. Ini sejalan dengan langkah BI meningkatkan uang muka atau DP. Meskipun masih banyak pula campur tangan dealer dalam mengatur besaran DP ini, namun kondisinya sudah di luar tanggung jawab pihak asuransi.

Banyak model kemudahan mendapatkan kredit yang difasilitasi oleh pihak dealer. Ini tentunya bisa dimaklumi sebagai cara dealer menjual barangnya. Meski langkah ini sebenarnya cukup riskan.

Langkah ini bisa meningkatkan resiko kredit macet saat beli motor ini. Kondisi ini juga dialami pula di dunia usaha. Kredit usaha banyak yang melakukan top-up untuk mengatur ulang utang-utang mereka. Ini sebenarnya sudah masuk gagal bayar atau kredit macet.

Pihak bank tentunya berperan juga agar NPL bank mereka tidak terlalu tinggi, karena resikonya akan memberatkan nasabah pada besaran premi asuransi kredit tersebut. Tentunya ini membuat produk kredit mereka tidak kompetitif. Meski sebenarnya langkah ini juga membahayakan posisi bank tersebut.

Namun bagaimanapun juga bank tetap harus hati-hati dalam menyisasati premi asuransi kredit yang naik ini. Jangan sampai menambah resiko kredit macet menjadi lebih besar. Memang langkah ini harusnya diimbangi dengan pengetatan nasabah pengambil kredit tersebut.

Tetap harus ada langkah efektif menahan laju kredit macet bank dengan cara yang lebih baik. Salah satunya pengetatan tingkat kelayakan nasabah mendapatkan kredit. Poin kelolosannya harus ditingkatkan atau dilengkapi dengan indikator lainnya.

Sebaiknya pula bank atau lembaga leasing bisa mengontrol langkah dealer yang terlalu jauh. Ini agar tidak sering terjadi kredit macet, atau bisa menahan laju naiknya premi asuransi kredit nantinya.

Monday, June 29, 2015

Kenapa Klaim Asuransi seperti Dipersulit?

Sudah bukan rahasia lagi saat mulai mengikuti asuransi semuanya serba lancar dan cepat. Dari cara marketing asuransi yang ramah meladeni setiap pertanyaan, sampai akhirnya menjadi nasabah sebuah asuransi. Namun kondisi ini mulai lain saat mulai mengajukan klaim asuransi, harus ada surat ini-itu, rasanya susah sekali, benarkah ini seperti dipersulit?

Bagi nasabah mungkin inginnya serba cepat, seperti layaknya ambil uang di bank. Sudah nggak mau antri lagi, kalau bisa datang di tempat sudah dapat uangnya. Mungkin inilah yang menjadi penyebab serasa ambil klaim asuransi seperti dipersulit.

Ada perbedaan antara ambil klaim asuransi dengan ambil uang di bank. Klaim asuransi untuk bisa cair atau mature harus memenuhi persyaratan yang sudah ditanda-tangani di surat asuransi saat pertama kali ikut asuransi. Hal inilah yang mungkin tidak diketahui dengan pasti oleh nasabah asuransi.

Bagi mereka apa yang dijelaskan oleh para staff marketing sudah cukup, padahal pokok persyaratan dalam surat perjanjian asuransi bisa sangat luas. Lebih sering apa yang dijelaskan oleh  staff marketing adalah kulit manisnya saja. Terasa enak didengar, manis dirasa, tapi begitu dijalani beda banget.

Wajar saja semua kecap nomor satu sedap rasanya, tapi kecap tersebut bisa terlalu encer atau terlalu kental. Begitulah mengikuti asuransi, ada persyaratan klaim yang harus dipenuhi, bila tidak maka klaim nasabah bisa saja ditolak atau harus melengkapi surat ini-itu. Memang serasa seperti dipersulit, tapi begitulah prosedur nasabah mendapatkan klaim asuransi.

Memang persepsi orang akan sebuah asuransi terpapar dari manisnya saja. Misal bila nanti anaknya sakit akan dapat ganti rugi dari asuransi, padahal ada persyaratan untuk mendapatkan ganti rugi dari asuransi. Bisa saja jenis sakitnya tertentu, rumah sakit yang ditunjuk tertentu pula, trus harus ada kelengkapan surat dari dokter yang merawat.

Semua persyaratan ini sebenarnya ada dalam kontrak perjanjian asuransi yang sudah ditanda-tangani. Namun seringkali tidak pernah dibaca, mungkin karena terlalu banyak poinnya sehingga tidak bisa menangkap pesan yang ada dalam perjanjian asuransi tersebut. Padahal ini penting untuk dimengerti sebelum mengikuti asuransi.

Memang jangan mudah percaya pada apa yang diucapkan, tapi percayalah pada apa yang tertulis dan akhirnya anda tanda-tangani. Jadi jangan kecewa bila punya pengalaman tidak nyaman saat mengikuti asuransi. Sebuah pengalaman yang akan membuat kita hati-hati dalam membubuhkan sebuah tanda-tangan di atas kertas perjanjian.

Friday, June 26, 2015

Jenis Asuransi Terbaik untuk Anak

Bila bicara asuransi untuk anak, mungkin akan tertuju pada asuransi pendidikan. Bisa jadi anak membutuhkan lebih dari itu, mungkin kesehatannya perlu asuransi juga. Persoalannya perlukah memiliki semua jenis asuransi, mana asuransi yang terbaik buat anak?

Tentunya ini kembali pada kebutuhan anak dan kondisi keuangan. Bisa jadi anak butuh asuransi jiwa, bukan untuk anak tapi buat ayahnya. Bila ayahnya menjadi satu-satunya yang bekerja dan menghasilkan uang, tentunya ayahnya harus diproteksi juga. Apalagi bila ayahnya bekerja pada pekerjaan yang beresiko tinggi.

Bila ayahnya tiada, maka masa depan anak akan terancam. Disini mungkin akan berbeda sudut pandangnya bila ibu dan bapak dua-duanya bekerja. Ada dua income, maka untuk anak bisa diberikan asuransi yang terbaik.

Saat anak masih kecil asuransi kesehatan amat penting, ini untuk mengkover kebutuhan akan dana kesehatan yang tidak sedikit. Apalagi pada anak yang mudah sakit, sebuah asuransi kesehatan dengan premi kecil sudah cukup. Ini akan memproteksi kesehatan anak sampai tumbuh besar.

Mungkin asuransi kesehatan akan menjadi asuransi yang terbaik untuk anak. Disamping perlu dipikirkan juga masa depannya. Disini sudah mulai dipilih jenis asuransi pendidikan untuk masa depannya. Bila masih kecil bisa dipilihkan asuransi pendidikan dengan masa pendek lima tahun.

Ini akan mengkover kebutuhan pendidikan anak saat masuk sekolah nantinya. Meskipun kebutuhan anak TK/SD tidak banyak, tapi cukup menguras kantong juga bila memiliki lebih dari satu anak. Mulai kebutuhan alat sekolah, biaya masuk sekolah, sampai uang jajan anak, semuanya bisa dikover dengan klaim saat asuransi pendidikan sudah mature.

Memang semua ini amat bergantung pada kemampuan keuangan orang tua. Tidak menutup kemungkinan memilih asuransi kesehatan dan pendidikan, bila keuangan memungkinkan. Namun bila pas-pasan sebuah asuransi kesehatan untuk anak sudah cukup dan terbaik.

Justru dipertimbangkan memilih jenis asuransi jiwa bagi ayahnya yang menjadi sumber penghasilan. Ini akan terbaik buat masa depan anak, seandainya ayahnya tiada, biaya klaim asuransi jiwa bisa menutupi kebutuhan anak sampai dia dewasa. Semua ini bisa dipertimbangkan dengan yang terbaik sesuai dengan kebutuhan anak.