Pages

Showing posts with label emas. Show all posts
Showing posts with label emas. Show all posts

Sunday, September 27, 2015

Apakah Investasi emas layak Dilakukan saat ini?

Dibalik pelemahan rupiah yang amat dalam, banyak orang yang berpaling ke investasi emas. Ini beranggapan investasi emas adalah safe haven dan harganya akan stabil dan naik terus. Benarkah harga emas akan naik terus?

Tentu saja tak ada yang bisa menduga kearah mana harga emas ini akan bergerak. Naik terus atau turun terus, siapa yang tahu? Soalnya harga emas ini dipengaruhi permintaan atau penawaran dan produksi emas itu sendiri. Juga emas bersaing dengan dollar, di saat dollar menguat, harga emas cenderung turun.

Meskipun emas adalah salah satu bagian dari safe haven dan penangkal inflasi, tapi posisinya sudah terlalu complicated. Banyak faktor yang mempengaruhinya, sehingga harga emas ini sulit diprediksi. Walau pada akhirnya kembali ke pasar.

Dulu ada investor emas ternama pernah bertaruh, bahwa harga emas akan menyentuh 2000 dollar per troy ounce atau sekitar satu jutaan rupiah per gram. Namun dalam perjalanannya harga emas tak sampai menyentuh angka yang dipertaruhkan. Justru harga emas malah terus terkoreksi dengan ritme yang konstan.

Banyak kalangan memprediksi koreksi harga emas yang terus menerus terkoreksi ini akibat dari ramalan tersebut, sehingga produksi emas digenjot lebih cepat dari permintaan. Ini terjadi sama dengan komoditas lainnya, seperti minyak, batu bara yang sudah mencapai peak dan mengalami kejatuhan akibat oversupplai. Kondisi ini nampaknya terjadi pada komoditas emas juga, ingat emas juga masih menjadi bagian dari komoditas pula.

Lihat di grafik perjalanan emas selama 30 tahun terakhir, akan tampak pola pencapaian peak atau angka tertinggi, sebelum emas terkoreksi terus menerus. Puncak harga emas memang pada tahun 2011, sebelum akhirnya oversuplay dan harganya terus terkoreksi. Tidak ada yang bisa memprediksi sampai batas mana, harga emas ini akan menemui titik terbawahnya.

Bila melihat pada grafik yang ada, harga emas diperkirakan akan terus mencapai titik terendahnya, yaitu di kisaran 500 dollar per troy ounce atau 250 ribuan pergram. Ini adalah harga yang pernah stabil cukup lama. Itung-hitungan ini memang hanya perkiraan saja, tidak menutup kemungkinan harga emas bisa berbalik naik lagi.

Untuk jangka panjang di atas 5 tahun, harga emas akan sulit diperkirakan. Namun untuk jangka pendek, diperkirakan harga emas akan berfluktuatif dan stabil terhadap dollar. Namun dengan pelemahan rupiah, harga emas akan bertambah mahal dalam hitungan rupiah.

Tuesday, June 30, 2015

Harga Emas Berkilau Akibat Krisis Yunani

Kekuatiran atas krisis utang di Yunani yang berlarut-larut membuat harga emas terdongkrak menembus level baru. Baik di bursa emas dunia maupun di dalam negeri, terpengaruh oleh krisis utang Yunani yang tak kunjung Usai. Apalagi adanya rush atau ramai-ramai antre di ATM dan bank untuk menarik uang.

Kondisi ini diperparah penutupan bank-bank di Yunani selama seminggu. Semakin membuat krisis utang Yunani semakin parah. Hal inilah yang mendorong harga emas semakin berkilau.

Meskipun komoditas emas mengalami pukulan akibat harga minyak dunia yang anjlok beberapa waktu yang lalu, namun kondisi di eurozone ini cukup memberi sentiment positif pada posisi emas. Bagaimanapun juga komoditas emas adalah safe haven bagi investor sebagai lindung nilai dari kondisi ekonomi global yang tak menentu.

Memang selama beberapa minggu ini kondisi Yunani menyita banyak pihak. Tak tanggung-tanggung banyak Negara besar yang mengkuatirkan terjadinya default atau gagal bayar. Sebenarnya persoalan Yunani ini adalah urusan Yunani, tapi karena Yunani adalah bagian dari Eurozone, maka berpengaruh pula pada kondisi ekonomi global.

Bursa saham sudah beberapa hari lesu menunggu keputusan utang Yunani. Meskipun ada beberapa rally perundingan akan adanya talangan dari Negara donor, tapi proposal tersebut masih akan dikembalikan ke rakyat Yunani lewat referendum. Dari banyak prediksi akan hasil pooling, kondisi yang akan terjadi bisa memburuk.

Ini mengingat dari pemerintah Yunani saja sudah keberatan dengan perjanjian dengan para donor ini. Bisa jadi rakyatnya juga nggak setuju, maka krisis ekonomi bisa jadi sudah diambang pintu. Maka tidak heran harga emas bisa naik tajam.

Ini sudah terjadi berkali-kali, setiap terjadi krisis ekonomi, maka harga emas akan bersinar. Oleh karena itu lebih baik segera koleksi emas, bila melihat prospek penyelesaian utang yang bisa saja gagal. Sudah pasti akan membuat perekonomian dunia jadi tambah lesu.

Memiliki emas bisa menjadi nilai lindung pula bagi kondisi rumpiah yang melemah tajam. Emas masih akan menjadi favorit investasi yang perlu dipertimbangkan. Ada banyak pilihan untuk mengoleksi emas ini, bisa lewat toko emas, pegadaian, bank, atau bisa pula trading emas online.

Thursday, June 25, 2015

Ini Jenis Tabungan yang tidak Kena Inflasi

Selama tabungan dalam bentuk rupiah pasti kena inflasi. Begitu pula dengan tabungan dollar, pasti kena inflasi pula, hanya saja angka inflasinya kecil sekali. Lalu adakah tabungan yang tidak kena inflasi?

Persoalan inflasi yang tinggi membuat nilai tabungan dalam bentuk rupiah jadi tidak menguntungkan. Meskipun ada bunga bank untuk mengganti kerugian akibat inflasi, tetap saja nilainya terlalu kecil. Belum lagi kena biaya administrasi, sehingga tabungan rupiah semakin susut saja.

Lalu ada jenis tabungan emas yang tidak terpengaruh oleh angka inflasi. Tabungan emas memiliki nilai emas, jadi tidak tergerus oleh naiknya inflasi. Justru saat inflasi nilai emas akan naik. Tabungan emas ini sudah mulai banyak dibuka di banyak layanan keuangan.

Mulai dari bank konvensional, bank syariah, sampai pegadaian membuka layanan tabungan emas. Teknisnya cukup mudah, nasabah hanya menyetor dalam bentuk kas rupiah, lalu dikonversi ke dalam harga emas. Misal nabungnya 500 ribu sedang harga emasnya 1 gram sebesar 500 ribu, maka yang ditulis di tabungan emas adalah 1 gram emas.

Jadi bukan nilai uang 500 ribu yang tertulis di buku tabungan. Ini membuat tabungan emas ini bisa berubah-rubah jumlah rupiahnya, karena harga emas kan juga berubah setiap harinya. Tapi yang jelas tidak akan susut hanya karena inflasi, justru akan semakin naik saat inflasi semakin tinggi.

Kondisi inflasi memang menjadi momok tersendiri bagi pemilik uang rupiah. Orang menggunakan banyak cara untuk keluar dari kerugian karena inflasi ini. Ada yang mengkonversinya dalam bentuk dollar atau tabungan dollar. Ada pula yang memilih jenis tabungan emas, jenis ini mulai popular dan ramai peminatnya.

Bentuknya juga fleksibel bila mau dicairkan, dan tidak harus dalam bentuk emas. Nasabah tinggal withdraw tabungannya, nanti nilai emasnya akan dikonversi ke rupiah. Ini akan sesuai dengan harga beli emas saat itu.

Jadi saat setor akan kena harga jual emas, sedang saat ambil akan kena harga beli emas. Memang ada selisih antara harga jual dan beli emas, tapi tak terlalu beda jauh. Tabungan emas setidaknya memberi perlindungan bagi inflasi.

Tuesday, June 23, 2015

Kenapa Harga Emas Naik-Turun tak Stabil?

Harga emas pada beberapa tahun ini naik turun dan tak pasti kapan stabilnya. Ini membuat beberapa investor emas menjadi ragu akan keuntungannya dalam mengoleksi emas ini. Sepertinya juga harga emas ini semakin tertekan sejak dollar menguat dan harga minyak anjlok drastis.

Sebenarnya perlu diketahui harga emas sudah mengalami rally panjang selama beberapa tahun lalu. Harga emas sudah naik berlipat-lipat, pada saat itu seorang trader emas ternama pernah memprediksi dan bertaruh harga emas akan mencapai level tertingginya. Semenjak itu harga emas mulai perlahan terkoreksi dan tak tentu titik terendahnya.

Memang sulit dicari dimana titik terendah harga emas ini, karena posisi tertinggi sudah dicapai. Sama seperti komoditas lainnya yang akan mengalami naik turun. Juga banyak faktor yang mempengaruhi harga emas ini.

Kondisi ini semakin komplek saat beberapa Negara emerging market seperti cina dan India memasukan emas ke dalam cadangan Negara mereka. Ini tentunya membuat factor yang mempengaruhi harga emas semakin komplek. Kondisi seperti inflasi tinggi akan menaikan harga emas, mungkin masih berlaku.

Disamping mulai banyaknya intervensi dalam mengontrol harga emas ini. Negara tentunya tidak mau harga emas jatuh, karena akan berarti cadangan Negaranya akan berkurang nilainya. Demikian pula para pemegang komoditas emas, semua memiliki kepentingan.

Selama ini kondisi permintaan dan penawaran masih berlaku dalam mengontrol harga emas ini. Seperti musim sekolah yang akan mendorong harga emas turun, karena banyak yang jual emas untuk kebutuhan sekolah. Demikian pula dengan indikator lainnya, hanya keseimbangan dari indicator inilah yang memunculkan harga emas.

Bila memprediksi harga emas ke depannya masih dalam posisi keseimbangan di titik terendah. Ini setelah harga emas sudah mencapai posisi tertingginya. Keadaan mungkin berubah saat harga minyak kembali ke level sebelumnya, meski kondisi ini bisa terjadi dalam satu dekade lagi.

Bila ingin bermain emas dalam jangka pendek, mungkin inilah waktu yang tepat untuk mengoleksi. Sebab saat musim masuk sekolah selesai, harga emas akan terkatrol naik. Sedang untuk investasi jangka menengah maupun panjang masih belum terlihat titik terangnya, apakah harga emas akan naik terus atau turun terus, kurvanya masih belum jelas.