Pages

Showing posts with label investasi online. Show all posts
Showing posts with label investasi online. Show all posts

Wednesday, December 9, 2015

Harbolnas Meraup Untung dari Momen Akhir Tahun

Pertumbuhan omset toko online memang sangat fantastik. Dari tahun ke tahun terjadi peningkatan yang signifikan, meski kondisi ekonomi sedang mengalami perlambatan. Namun pesatnya penetrasi internet, membantu kinerja toko online ke titik yang lebih tinggi.

Bila dibandingkan dengan kondisi toko konvensional yang tertatih-tatih oleh lemahnya daya beli masyarakat, maka toko online banyak mendapatkan konsumen baru dan ini terus berkembang. Tidak heran bermunculan toko online yang merepresentasikan tingginya permintaan akan variabel baru yang dibutuhkan oleh konsumen dengan mudah dan lebih cepat. Memang disini keunggulan toko online yang sulit dibendung oleh toko konvensional.

Bagaimanapun juga toko konvensional harus bertransformasi segera bila mau ingin bertahan di tengah segala sesuatu yang serba online. Lambat laun orang akan meninggalkan budaya belanja tradisional, maka disini kelebihan toko online sehingga prospeknya masih terbuka dibandingkan dengan toko konvensional.

Momen akhir tahun selalu diwarnai dengan gila belanja atau shopping festival yang merupakan budaya libur panjang di berbagai Negara. Memang terjadi persaingan ketat di antara vendor hingga memberikan diskon besar-besaran, atau istilahnya cuci gudang menuju tahun pembukuan yang baru. Banyak produsen produk sudah mendapatkan keuntungan yang ditargetkan, sehingga rela banting harga untuk meraih rekor baru keuntungan di akhir pembukuan.

Harbolnas yang diadakan lebih awal memang menyita share belanja akhir tahun yang lebih marak. Boleh dibilang pemilihan tengah bulan lebih menyasar konsumen kalangan menengah daripada kalangan bawah yang sudah habis anggaran belanja diawal bulan dan baru bernafas lagi saat mulai libur panjang akhir tahun.

Namun dengan pemilihan tengah bulanpun sudah cukup besar konsumen yang diraih. Dari tahun ke tahun terjadi pertumbuhan yang signifikan dan selalu mencetak rekor. Bukan tidak mungkin hari belanja online nasional ini akan lebih semarak dengan item yang lebih bervariasi. Perlu survey yang lebih detail agar program diskon yang dilakukan lebih merata, tidak hanya pada item konsumtif tapi lebih bervariasi pada item lainnya.

Bagi konsumen tetap manfaatkan momen hari belanja online nasional ini dengan mengedepankan kehati-hatian memilih penjual yang terpercaya. Jangan gampang memilih toko online sembarangan, meski menawarkan diskon yang menggiurkan. Tetap kenali penjual dan gunakan tips belanja online yang aman.

Wednesday, November 25, 2015

Tidak Online, Bisnis akan Gulung Tikar

Boleh saja core bisnisnya masih mengandalkan cara konvensional dalam mengembangkan usahanya. Namun tanpa akses ke dunia maya, bisnis tersebut akan segera gulung tikar. Persaingan usaha akan semakin ketat, tidak saja dari luar tapi juga dari dalam bisnis itu sendiri.

Sekarang ini begitu mudah orang memiliki akses ke ponsel dan internet, orang beralih dari cara-cara konvensional dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, ke cara online yang lebih cepat dan murah diakses. Fenomena ini sudah lama terjadi, bila bisnis atau perusahaan tidak berubah ke online maka akan semakin tertinggal dengan para kompetitornya.

Contoh yang tampak sangat jelas adalah kehadiran ojek online, yang mampu menggusur pendapatan bisnis transportasi yang sudah ada, bahkan mampu menggoyang sebuah perusahaan angkutan yang sudah melantai di bursa. Tentunya fenomena ini hanyalah sebagian kecil dari tanda pentingnya akses ke dunia maya bagi semua bisnis, apapun jenisnya, baik bisnis jasa maupun penjualan barang.

Sebenarnya tidaklah terlalu mahal untuk membuka akses bisnis ke dunia maya. Apalagi banyak portal internet yang menyediakan secara gratis dengan persyaratan terbatas atau yang berbayar dengan beberapa kelebihan sesuai biaya yang dikeluarkan. Bila masih meraba-raba sampai dimana sumbangan akses online ini bagi bisnis, bisa dimulai dari yang gratis, kemudian dikembangkan ke lebih professional.

Intinya tentu saja mengikuti kompetisi yang sedang berjalan, semua bisnis sudah online dengan berbagai kelebihan dan kemajuan yang didapatkan. Pada dasarnya memang memanjakan konsumen, mempermudah akses untuk mendapatakan pelayanan atau barang yang dibutuhkan. Tentunya dengan kondisi penawaran yang sama, mereka yang memberikan layanan yang lebih praktis dan murah akan memenangkan persaingan ini.

Memang masih ada saja perusahaan yang membebankan ongkos atau biaya akses online ke konsumennya. Ini bisa dimaklumi dengan pengeluaran biaya investasi layanan yang sangat besar, butuh banyak aliran pemasukan untuk menjalankannya. Namun pada akhirnya, konsumen akan memilih yang lebih baik dan murah.

Disini kembali bisnis atau usaha, harus memiliki visi pula dalam menyediakan layanan dan biaya yang harus dikeluarkan. Ada banyak program atau software yang tidak berbayar tapi memang cukup sulit maintenance-nya. Butuh skilled staff dan biaya di awal yang cukup besar, tapi sangat murah pengeluaran selanjutnya. Pilihan layanan ini akan selalu ada, dan bisa disesuaikan dengan kemampuan usaha atau bisnis tersebut.

Friday, November 20, 2015

Cepat Kaya di Investasi Trading Online?

Bagi yang ingin memiliki tambahan income dari usaha sampingan, trading online merupakan solusi yang tepat. Tidak perlu keluar rumah atau meninggalkan pekerjaan yang ada, trading online bisa dilakukan kapan saja dan dimanapun. Persyaratan yang flesibel inilah membuat trading online menjadi favorit investasi banyak orang.

Hanya saja untuk bisa profit atau untung dari trading online butuh ketrampilan dan analisa yang mumpuni. Tanpa pengetahuan dan keahlian dalam menganalisa pasar bisa membuat trading online menjadi pintu kebangkrutan. Ini sudah terjadi pada banyak orang, mereka menyerah saat profit yang diharapkan tak kunjung datang.

Sebenarnya ada rahasia dibalik trading online yang bisa menguntungkan dan bisa pula merugikan. Kuncinya terletak pada strategi yang dimainkan oleh “Bandar”, dalam hal ini host dari trading online ini. Kebijakan atau policy yang diterapkan oleh Bandar bisa dipelajari sebelum terjun secara serius di trading online.

Mulai dari fee transaksi, fee deposit, fee withdraw, sampai algoritma dari system trading. Semua ini bisa dipelajari dan didapatkan celahnya, sehingga bisa menjadi pintu untuk bisa untung dalam trading. Memang begitulah teknis yang harus dilakukan bila ingin untung di trading online.

Apapun jenis trading online, baik itu emas, forex, bitcoin, saham atau komoditas lainnya. Setiap system ada kelemahan dan itu yang harus dipelajari dulu, bisa diawali dengan porsi kecil sebelum main ke porsi yang lebih besar. Jangan tergiur untuk cepat kaya, namun menyukai tantangan adalah hal yang harus dikedepankan.

Trading online itu memang sangat tricky, Bandar biasanya tidak mudah untuk dikalahkan. Dia memiliki banyak kaki dan tangan untuk mempengaruhi trading, butuh kesabaran untuk tetap mencari celah dan tetap fokus pada celah tersebut. Beberapa yang terlalu bernafsu ingin cepat kaya akan berarkhir dengan kebangkrutan.

Kuncinya memang pada kesabaran dalam melihat celah yang ada. Banyak yang sukses dari trading online ini sehingga membuat beberapa broker masuk ke trading online. Mereka menggunakan dana nasabah untuk bermain di trading online ini, karena memang keuntungannya bisa mengiurkan, bisa menutupi kerugian pada saham yang sedang minus.

Tuesday, November 3, 2015

Awas Barang KW di Toko Online

Baru-baru ini sebuah lembaga riset menemukan hampir 40 persen barang yang dijual secara online di cina berkualitas rendah. Barang KW ini bermunculan seiring persaingan bisnis online yang semakin ketat. Semua berlomba berebut pasar yang semakin mengecil.

Wajar bila pada akhirnya mengorbankan kualitas barang yang dijual dan ini sebenarnya juga terjadi di tempat penjualan secara tradisional. Hanya memang orang bisa menyeleksi dan memilih barang yang berkualitas saat membeli secara tradisional, sedang membeli secara online baru bisa diketahui kualitas barangnya saat barang sudah diterima di rumah. Tentunya akan sangat dirugikan bila barang yang didapatkan dibawah kualitas barang yang dibeli.

Kondisi ini membuat beberapa toko online memasang policy atau kebijakan return tanpa charge dalam masa terbatas. Ini diduga untuk menarik minat pembeli online, meskipun pada awalnya cukup sulit menentukan beban biaya dari setiap return tersebut. Namun beberapa toko online ternama lebih berani menanggung rugi daripada nama tokonya jatuh.

Beberapa dari toko online ini berani memberikan gratis setiap return dari barang yang tidak sesuai dengan kualitas yang diinginkan. Ini tentunya bisa memangkas kerugian konsumen akibat barang KW yang sudah dibeli oleh konsumen. Meskipun ada juga yang masih abu-abu, memang ada istilah barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan.

Ini biasanya ada pada nota atau kwitansi pembelian suatu barang, tentunya penjual tak mau dirugikan. Apalagi kalau sudah dipakai atau sudah buka segelnya, biasanya penjual sudah sangat emosional menerima barang yang dikembalikan. Dalam kondisi ini, penjual yang masih pakai policy lama akan dengan cepat tersingkir dari persaingan bisnis.

Biasanya memang toko online kecil dan tidak ternama, akan merasa dirugikan bila barang harus dikembalikan. Mereka akan kehilangan atas ongkos pengiriman dan tentu saja biaya-biaya lainnya. Tidak heran dengan cepat toko online kecil ini akan tersingkir dari persaingan.

Toko online yang rendah dalam policy perlindungan atas konsumen, akan dengan segera gulung tikar. Meskipun bisa saja jaya di awal, tapi tetap akan menghadapi komplain atau persoalan barang KW yang harus direturn ini. Disini sebagai konsumen yang membeli barang secara online, lebih baik baca policy toko online sebelum memutuskan untuk membeli.

Hindari toko online yang masih memakai cara lama atau membebankan ongkos kirim pada konsumennya. Ini sudah bukan jamannya jual barang main menangnya sendiri atau main tipu menipu. 

Monday, October 19, 2015

Start-up Lokal Dikuasai Asing, Investor Domestik kurang Responsif

Banyak start-up lokal bermunculan, tapi sayangnya dengan cepat dimiliki investor asing. Sebenarnya bukan masalah kalah cepat, tapi keraguan dan pertimbangan resiko membuat investor domestik tak berani mendanai start-up lokal. Padahal rata-rata prospeknya cerah, beberapa malah menjadi market leader di kelasnya.

Memang persoalan dana ini membuat para founder start-up ini tak menolak setiap tawaran dana yang masuk dari investor asing. Meskipun sebenarnya sangat disayangkan bila semua start-up lokal ini dikuasai investor asing. Persoalannya tentu akan kembali pada keuntungan dan dinamika start-up yang terus dikuasai asing.

Kebanyakan start-up memang tidak bankable, sehingga sangat berat bagi bank lokal untuk mencairkan dana bagi mereka. Di Amerika misalnya, rata-rata start-up besar dari kantung sendiri, modal dari keluarga, relatif atau teman. Baru saat sudah mulai berkembang, investor sudah berani masuk dan memberikan kontrak penyertaan modal.

Memang tidak semua start-up bisa berkembang dan maju, boleh dibilang hampir 85 persen mandek atau gagal berkembang. Penyebabnya bukan masalah dana, tapi memang tak mampu meraih konsumen atau memang tidak dibutuhkan oleh konsumen. Disini pentingnya riset manfaat dari start-up dan estimasi pasar yang menjadi dasar untuk menaruh harapan bagi start-up terus berkembang.

Sebenarnya ini yang menjadi kunci dari menyakinkan para investor dan sering kurang diperhatikan oleh para founder start-up. Kebanyakan dari mereka asal saja mengaplikasikan ide ke dalam start-up mereka tanpa disertai riset pasar yang mendetail. Mungkin ada istilah “bonek” atau asal jalan saja, soalnya memang bila ide tak segera diwujudkan, maka start-up tak akan bisa jalan.

Banyak organisasi non profit yang menawarkan bantuan mulai dari pelatihan, pendanaan dalam jumlah kecil dan mentoring bagi yang berminat memulai start-up. Hanya memang para founder ini harus memiliki proposal yang menyakinkan, ya itu tadi memiliki riset pasar, garis besar startup yang bisa menggambarkan prospek start-up ini ke depannya. Ada pula lembaga dari departemen ekonomi kreatif yang juga memberikan bantuan pada start-up ini, hanya memang kurang publikasi dan tidak memiliki dana yang cukup.

Seperti biasa pemerintah akan numpang tenar saat start-up ini mulai bersinar. Pemerintah seperti biasa tidak pernah memiliki kebijakan yang pasti akan nasib start-up lokal ini, baik yang mau tumbuh, sudah berkembang atau yang dikuasai oleh asing. Aturannya masih mengikuti kebijakan investasi yang ada, padahal potensi start-up ini lebih dari nasib ekonomi negeri ini.

Katakan dengan sokongan dana Negara, BUMN kita masih kalah dengan start-up yang tanpa dukungan Negara bisa menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Ini yang harusnya sudah mulai dipertimbangkan oleh pemerintah dalam memberikan porsi kebijakan ekonominya bagi perkembangan start-up lokal di tanah air.

Wednesday, July 1, 2015

Pengaruh Krisis Utang Yunani pada Indonesia

Meski Indonesia tak memiliki hubungan utang menghutang dengan Yunani, posisi Indonesia tidaklah aman. Hal ini karena Indonesia memiliki pola pengelolaan utang yang buruk pula. Bisa jadi Indonesia akan senasib dengan Yunani, bila tak hati-hati dalam mengelola kondisi fiskal ke depannya.

Selama ini Indonesia menambah utangnya tiap tahun dengan alasan untuk membangun. Padahal porsi anggaran terbesar habis untuk pos konsumtif, ambil contoh saja gaji pegawai dan belanja konsumtif lainnya. Sedang untuk pembangunan kecil sekali porsinya, bahkan boleh dibilang kalah dengan belanja konsumtif.

Ini tentunya tidak sehat dalam pengelolaan utang, karena utang berbunga. Tentunya kemampuan membayarnya akan semakin berkurang dengan model utang yang tidak produktif. Kondisi ini sebenarnya sudah tercermin dari rupiah yang semakin menurun dan tidak kompetitif lagi.

Beban utang dari tahun ke tahun semakin naik dan membebani anggaran Negara. Maka wajar tiap tahun pemerintah menambah utangnya. Kondisi ini berjalan terus menerus dengan posisi utang yang semakin besar jumlahnya.

Harusnya Indonesia mulai belajar dari banyak Negara yang tak mampu membayar hutangnya. Tidak saja Yunani, Puerto rico, Venezuela, sudah menyusul menjadi pasien IMF. Bukan tidak mungkin Indonesia kembali jadi pasien IMF bila tidak cermat pada kondisi fiscal yang ada.

Lihat saja inflasi yang tinggi, diikuti penurunan nilai mata uang rupiah, semakin membuat kemampuan bayar hutangnya lebih berat. Saat inflasi tinggi harusnya diikuti dengan pemangkasan belanja Negara. Namun hal ini tidak dilakukan, bahkan semakin diperbesar dengan menambah rasio utang terhadap PDB semakin besar.

Harusnya lebih ketat anggarannya daripada hanya mengeluarkan aturan-aturan proteksionisme pada rupiah. Justru langkah ini semakin memperberat dunia usaha, yang pada akhirnya banyak investasi dan modal yang lari keluar negeri. Selama ini pemerintah acuh dan menganggap remeh indicator yang ada.

Tidaknya diperbaiki indicator ini, malah semakin gila membiarkan indicator ini. Dengan alasan yang berbeda dengan fakta yang ada. Kondisi yang tak tentu arahnya ini membuat tata kelola ekonominya menyerupai Yunani. Gagal dalam melakukan penghematan anggaran. Saat kondisinya masih stabil saja sudah berat berhemat, apalagi nanti saat jatuh.

Friday, June 26, 2015

Trik Beriklan Murah buat Toko Online

Semua orang pasti pingin beriklan semurah-murahnya dengan hasil jutaan pengunjung. Apalagi berakhir dengan terjadinya transaksi di toko online tersebut. Namun persaingan yang ketat membuat biaya iklan tidak murah lagi, bahkan untuk satu dua orang pengunjung sudah mencekik biayanya.

Tentu banyak yang sudah mengalami beriklan di mesin pencari dan media sosial. Biaya iklannya sudah mahal, hasil yang dicapai nihil. Ini tentunya bagi mereka yang terjebak di iklan CPC yang berbiaya tinggi dengan unik pengunjung. Bisa juga tertipu dengan iklan CPM yang berbiaya lebih rendah dengan hasil nil.

Bila mengikuti prosedur yang ada, jelas iklan menjadi tidak efektif. Masalahnya persaingan dengan toko online sejenis sudah terlalu tinggi. Biaya mengundang satu pengunjung kadang lebih tinggi dari keuntungan yang diperoleh, inipun bila pengunjungnya melakukan transaksi.

Lebih baik mulai melihat celah dari cara beriklan yang sudah-sudah. Ini mungkin berbeda antara toko online satu dengan yang lainnya. Soalnya ada toko online yang jualnya barang bernilai tinggi, toko online model gini yang merusak pasaran harga iklan. Sedang toko online yang menjual barang ritel atau recehan akan kalah bila mengadu di CPC. Jadinya mereka larinya ke CPM.

Sebenarnya ada model beriklan CPC yang bisa disiasati menjadi CPM. Caranya boleh terbilang cukup sulit, karena akan disensor oleh penyedia layanan. Namun bisa menekan biaya iklan menjadi lebih efektif. Model iklannya CPC tapi bisa membangun brand toko online.

Tentunya semua sudah tahu iklan CPC tidak akan keluar biaya selama tidak ada klik disitu. Ada cara buat iklan tidak diklik sampai puluhan ribuan impresi tanpa diklik. Teknik ini bisa disiasati buat membangun brand sebuah toko, karena pengunjung akan membuka web toko online tanpa melalui iklan tersebut. Lalu kenapa tak pakai CPM saja?

Kebanyakan iklan CPM tidaklah efektif, coba saja pasang selama 3 bulan, pasti pengunjungnya tidak sebanding dengan biaya iklan. Justru lebih baik lakukan model beriklan santai tapi progresif dalam hasilnya. Trik beriklan CPC yang membangun brand ini sudah mulai banyak dilakukan orang, hasilnya luar biasa.