Pages

Monday, December 21, 2009

Tips Beriklan Properti Yang Baik di Media Koran

October 28, 2008

1 Votes
Quantcast

Meskipun tidak semua pelaku bisnis properti menfaatkan media ini. Namun media koran sampai dengan saat ini adalah media promosi primadona yang menjadi target pemasang iklan para pelaku bisnis properti.

Berikut tips membuat iklan properti yang baik di media koran :

Sesuaikan dengan Segmentasi Pasar
Koran adalah produk. Mereka mempunyai segmentasi pasar yang berbeda-beda. Ada koran khusus politik, khusus kriminal atau koran yang menyasar kepada pembaca umum. Sama halnya dengan produk properti. Tentu mempunyai segmentasi pasar yang berbeda pula. Nah, langkah pertama adalah tentukan koran yang sesuai dengan segmentasi pasar properti Anda. Jangan sampai properti Anda, Anda iklankan di media koran yang bergenre kriminal!

Point of Interest

Point of Interest atau pusat apa yang akan Anda sampaikan adalah bagian penting dalam membuat iklan. Beberapa kesalahan yang dilakukan oleh para pembuat iklan adalah menampilkan seluruh keunggulan dalam kotak iklan yang kecil. Dengan huruf besar pula. Sehingga tidak muncul apa sih yang sebenarnya akan Anda tawarkan dan membuat pembaca koran tertarik lebih lanjut.

Contoh ketika Anda beriklan tentang membeli produk Anda dengan bonus pergi ke Hongkong. Pertanyaannya jika memang bonus pergi ke Hongkong adalah point of interest dari produk Anda, apakah akan Anda desain dengan huruf kecil-kecil atau huruf dengan ukuran yang sama dengan apa yang ingin Anda sampaikan dalam iklan Anda? Point of Interest wajib Anda tonjolkan untuk membuat orang tertarik dengan produk Anda.

Eye Catching
Eye catching atau obyek yang membuat mata pembaca terkesima. Sangat erat kaitannya dengan point of interest. Adalah bagaimana caranya mata pembaca langsung tertuju dengan iklan Anda. Bayangkan dalam satu halaman koran, begitu banyak iklan. Maka iklan Anda musti menonjol dibandingkan dengan iklan lainnya.

Caranya sebenarnya gampang untuk membuktikan bahwa iklan properti Anda cukup eye catching atau bukan. Cetak iklan properti Anda sesuai dengan ukuran aslinya, tempelkan pada koran dimana Anda akan memasang iklan. Lakukan tes kepada beberapa karyawan Anda, tanyakan apakah iklan Anda cukup menarik atau biasa-biasa saja.

Komposisi Tulisan dan Gambar
Saya paham bahwa properti Anda mempunyai banyak keunggulan. Saya paham bahwa Anda ingin menampilkan semuanya dalam satu iklan. Tidak mudah memang. Nah, komposisi tulisan ini juga berkaitan erat dengan point of interest dan eye catching. Jika semua font tulisan Anda sama besarnya, Anda akan kehilangan point of interest. Ketika gambar Anda tonjolkan tidak diimbangi dengan tulisan, pesan Anda akan hambar.

Buatlah beberapa model komposisi tulisan dan gambar dan bandingkan satu sama lain dan bandingkan dengan iklan properti yang terbit saat itu. Sampai Anda bilang mak nyuss, maka iklan properti Anda, layak untuk ditayangkan.

Penempatan Iklan

Penempatan iklan kadang tidak tersentuh oleh para pelaku bisnis properti. Seringkali jika materi iklan sudah ok, kemudian diserahkan kepada media koran. Bagian pemasangan iklan di media koran sebenarnya tidak paham benar apa yang ingin Anda tampilkan dan dimana akan ditampilkan. Alangkah baiknya jika Anda memberikan pesan kepada bagian desain di media koran tersebut untuk menempatkan iklan Anda pada posisi tertentu yang Anda inginkan.

Posisi yang biasa saya gunakan adalah pada halaman ganjil dan terletak di bagian paling bawah. Kecuali jika budget promosi Anda cukup besar, letakkan saja pada halaman depan atau belakang. Ini sangat berkaitan dengan eye catching. Cara mengujinya pun sama.

Selamat beriklan!

Tags: , , ,

6 Responses to “Tips Beriklan Properti Yang Baik di Media Koran”

Alan Says:

0
0
Rate This
Quantcast

Good Mas aryo tulisannya. Mau sharing aja….. nambahin sedit :
1. Font/bentuk tulisan bisa juga mempengaruhi minat orang dalam membaca iklan. Seperti font Arial/tahoma lebih disuka karena merepresentasikan ketegasan dan mudah dibaca. Dan tentunya penekanan kata pada materi iklan, harus dibuat dalam huruf yang lebih besar/cetak tebal seperti yang sudah dijelaskan diatas.
2. Jadwal tayang iklan. Untuk yang mempunyai anggaran besar ini tidak bermasalah. Tapi untuk dana yang terbatas sebaiknya jadwal iklan ditayangkan pada hari saptu atau minggu atau dua hari berturut-turut (saptu-minggu), karena dari pengalaman kami hari tersebut minat orang untuk merespon iklan sangat banyak.
Jadi khusus staff marketing pada hari saptu/minggu HP nya jangan dimatikan dan harus ada yang piket….. karena jangan salah bila terlambat merespon konsumen akan segera melirik ketempat lain.

Good luck Mas Aryo. Semogga tulisannya tambah berbobot.

@alan
1. tahoma is my favourite
2. prinsipnya sepakat. kl saya sering beli paket 1 bulan sih boss… lebih murah…

No comments:

Post a Comment