Pages

Wednesday, November 4, 2015

Target Pajak Meleset Jauh, Pemerintah dianggap tidak Kreatif

Penerimaan pajak yang meleset jauh dari targetnya diduga akibat lemahnya daya beli masyarakat. Diperkirakan dampak penghapusan subsidi BBM tidak mampu diatasi oleh pemerintah hingga daya beli masyarakat jatuh cukup dalam. Padahal dengan dana trilyunan dari penghapusan subsidi BBM, pemerintah bisa menggunakannya lebih kreatif dalam menahan jatuhnya daya beli masyarakat.

Pemerintah cenderung “royal” atau “boros” dengan menggunakan dana hasil penghapusan subsidi BBM untuk membangun infrastruktur. Padahal jauh lebih baik dana tersebut digunakan menggerakan perekonomian rakyat dan industri yang berorientasi ekspor. Dana tersebut harusnya diprioritaskan mendongkrak daya beli masyarakat yang sudah jatuh akibat penghapusan subsidi BBM.

Memang pembangunan infrastrutur penting, tapi apa gunanya bila perekonomian terlanjur jatuh. Justru jauh lebih baik menggerakan perekonomian dulu, disini terlihat pemerintah tidak memiliki skala prioritas dalam membangun perekonomian. Boleh dibilang asal-asalan, soalnya hanya mengandalkan investor asing untuk masuk dengan adanya infrastruktur yang baik.

Padahal sudah diketahui indeks investasi kita masih sangat rendah, investor belum tentu datang meski infrastruktur sudah siap. Apalagi dengan ekonomi domestik yang suram, investor malah enggan untuk masuk. Model “warung kopi” dalam menarik investor ini sudah bukan jamannya lagi.

Justru investor akan masuk bila kondisi ekonomi bergerak dan mereka masuk dalam struktur yang aman serta menguntungkan. Dalam kondisi saat ini, meski dengan deregulasi habis-habisan investor masih enggan masuk. Lihat saja di bursa, meski sudah keluar kebijakan ekonomi berjilid-jilid, tetap saja investor asing pada enggan masuk.

Menghapus subsidi BBM boleh-boleh saja, asal bisa menangkal dampaknya. Namun disini pemerintah terperosok pada lubang yang digalinya sendiri, pemerintah hanyut oleh persoalan yang dibuatnya sendiri. Akibatnya nyaris perekonomian stagnan dan melambat, bahkan cenderung lesu tak bergairah.

Pangkal persoalan sangat jelas, pemerintah tidak kreatif dalam membuat program ekonomi dari dana penghapusan subsidi BBM. Harusnya dana tersebut bisa digunakan untuk menggerakan industri yang berorientasi ekspor, apapun jenisnya, sangat banyak potensi UKM maupun industri kecil menengah yang bisa digerakan dalam jangka pendek untuk menghasilkan barang ekspor. Dengan ini akan bisa mendongkrak ekonomi masyarakat dan meningkatkan daya beli sekaligus memenuhi target penerimaan pajak.

Memang pemerintah patut disalahkan atas program dan kebijakan yang tumpul dalam mendongkrak daya beli masyarakat hingga target pajak tidak terpenuhi. Dengan dana trilyunan rupiah, harusnya bisa digunakan menggerakan ekonomi masyarakat. Sekarang pemerintah jadi tenggelam dalam lingkaran persoalan akibat target pajak tak terpenuhi, utang membengkak, kondisi fiscal terancam dan stabilitas ekonomi di ujung tanduk.

Cara Pensiun tanpa Masalah Keuangan

Banyak jalan untuk kaya atau berinvestasi, tapi sedikit yang memahami pengelolaan keuangan yang baik. Kebanyakan menuruti pola penghasilan dan menghabiskan untuk bersenang-senang. Maklum sudah capek bekerja, masak nggak boleh bersuka-ria.

Tentunya boleh saja memanjakan diri dari penghasilan yang diperoleh, tapi perlu diingat hidup sangat panjang. Biasanya baru menyesal saat semua sudah berlalu, saat umur sudah tidak mampu lagi menghasilkan. Disini pentingnya pengelolaan keuangan, agar saat pensiun atau usia lanjut, sudah tidak memiliki masalah keuangan.

Menurunkan gaya hidup

Kita sudah terbiasa menghabiskan uang yang diperoleh dari kerja keras setiap bulannya, tanpa tersisa sedikitpun untuk ditabung. Ini bisa terjadi karena pola hidup menyesuaikan dengan penghasilan. Padahal bila bisa menurunkan pola hidup setingkat dari penghasilan bulanan, maka bisa dihemat cukup banyak untuk ditabung.

Disini bukan banyaknya, tapi selalu menyisahkan untuk ditabung. Meski hanya 10 ribu setiap bulannya. Harus ada uang yang patut untuk ditabung. Bila ini terbiasa, maka akan semakin mampu menahan diri dalam mengelola uang yang diperoleh.

Menabung

Dari kemampuan mengendalikan gaya hidup, maka akan diperoleh uang sisa setiap bulannya. Disini penting untuk mulai menabung, jangan terpikir untuk investasi ini-itu atau tergoda bunga investasi yang tinggi. Justru kendalikan diri anda untuk tetap di jalur menabung dulu.

Menabung menjadi penting, karena ini menjadi “reserved” dari gejolak hidup yang mungkin tidak berpihak pada kita. Misal sewaktu-waktu pisah kena PHK, maka dengan menabung akan mengurangi beban kena PHK tadi, serta bisa lebih cepat untuk bangkit. Menabung adalah dasar dari pengelolaan keuangan.

Investasi berpendapatan tetap

Setelah mampu menyisihkan uang bulanan untuk ditabung, maka sisihkan sebagian uang tabungan untuk investasi. Ambil misal sepertiganya untuk dimasukan di investasi berpendapatan tetap, baik itu yang aman maupun yang beresiko. Investasi perpendapatan tetap yang aman, akan memberikan jaminan uang akan utuh apapun yang terjadi, sambil tetap menikmati bunganya.

Sedang investasi berpendapatan tetap yang beresiko akan memberikan bunga yang lebih tinggi, tapi bisa beresiko hilang. Ini bisa terjadi bila mengambil investasi di reksadana yang berpendapatan tetap, obligasi, surat utang, yang semuanya memberikan bunga lebih baik dengan resiko yang lebih tinggi.

Investasi beresiko dan menghasilkan secara optimal

Banyak investasi yang bisa bikin cepat kaya, tapi beresiko tinggi. Bisa-bisa kehilangan semua uang tersebut. Seperti investasi di pasar modal, forex, bitcoin, semua ini bila ditekuni bisa bikin cepat kaya. Namun jangan taruh seluruh uang anda untuk investasi ini.

Ambil hanya sepertiga dari tabungan yang ada untuk investasi beresiko tinggi, sehingga andai gagal, uang masih ada untuk bisa tetap hidup. Kesalahan orang saat berinvestasi adalah tergiur atau terbawa oleh keuntungan yang besar dalam waktu yang singkat, maka dari itu pengelolaan keuangan yang baik bisa menghindari dari hal buruk tersebut.

Tuesday, November 3, 2015

“Fantastik”, Bitcoin sudah Naik hampir 100 persen dalam 3 Minggu

Peluang investasi di bitcoin semakin meningkat setelah mengalami kenaikan yang fantastik. Hanya dalam waktu 3 minggu sudah naik hampir 100 persen dan mungkin bisa melampaui level terbaik sebelumnya. Diperkirakan setelah sempat konsolidasi, nilai mata uang dunia maya ini akan terus meningkat.

Bukan tidak mungkin arah pergerakan bitcoin ini semakin spekulatif. Ini karena kenaikan yang tajam dalam jangka waktu yang sangat pendek. Kemungkinan untuk turun juga semakin besar.

Seperti diketahui pergerakan bitcoin dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. Semakin tinggi permintaan, nilainya akan semakin naik. Namun nilainya akan semakin turun bila banyak yang jual bitcoin atau konversi ke bentuk mata uang lainnya.

Namun bisa pula nilai bitcoin akan semakin turun bila stok yang tersedia semakin besar. Ini dimungkinkan bila “harvest” atau produksi bitcoin semakin besar. Seperti diketahui “mining” bitcoin ini amat berat butuh listrik dan system pendingin yang murah agar ekonomis.

Perkiraan naik-turunnya bitcoin ini hanya bisa dikira-kira dengan peran exchange yang semakin besar sebagai Bandar. Para exchange ini bisa bermain di dua kaki, sebagai Bandar dan bisa pula sebagai pemain. Ini membuat peran mereka sangat besar dalam mempermainkan pasar bitcoin.

Meskipun pada saat ini pasar bitcoin sudah “dilirik” oleh para investor besar. Mereka dengan modal yang jauh lebih besar dari Bandar, akan dengan mudah mengendalikan nilai bitcoin. Mungkin kayak “george soros” yang menguasai valas saat krisis moneter, kasusnya akan dengan mudah terjadi di pasar bitcoin.

Bandar atau exchange ini sebenarnya sangat beruntung bisa memperoleh profit meski nilai bitcoin naik maupun turun. Ada fee dari setiap transaksi yang masuk ke exchange atau Bandar. Hanya memang bila Bandar atau exchange ini salah langkah, mereka bisa bangkrut juga.

Tentunya bagi yang main bitcoin harus hati-hati dalam memilih exchange atau Bandar tempat mengoleksi bitcoin. Bila tidak jeli bisa kehilangan seluruh investasinya di bitcoin. Pelajari sistemnya dengan seksama, aturan dan keamanan exchange, sekali lagi jangan taruh telur dalam satu wadah.

Awas Barang KW di Toko Online

Baru-baru ini sebuah lembaga riset menemukan hampir 40 persen barang yang dijual secara online di cina berkualitas rendah. Barang KW ini bermunculan seiring persaingan bisnis online yang semakin ketat. Semua berlomba berebut pasar yang semakin mengecil.

Wajar bila pada akhirnya mengorbankan kualitas barang yang dijual dan ini sebenarnya juga terjadi di tempat penjualan secara tradisional. Hanya memang orang bisa menyeleksi dan memilih barang yang berkualitas saat membeli secara tradisional, sedang membeli secara online baru bisa diketahui kualitas barangnya saat barang sudah diterima di rumah. Tentunya akan sangat dirugikan bila barang yang didapatkan dibawah kualitas barang yang dibeli.

Kondisi ini membuat beberapa toko online memasang policy atau kebijakan return tanpa charge dalam masa terbatas. Ini diduga untuk menarik minat pembeli online, meskipun pada awalnya cukup sulit menentukan beban biaya dari setiap return tersebut. Namun beberapa toko online ternama lebih berani menanggung rugi daripada nama tokonya jatuh.

Beberapa dari toko online ini berani memberikan gratis setiap return dari barang yang tidak sesuai dengan kualitas yang diinginkan. Ini tentunya bisa memangkas kerugian konsumen akibat barang KW yang sudah dibeli oleh konsumen. Meskipun ada juga yang masih abu-abu, memang ada istilah barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan.

Ini biasanya ada pada nota atau kwitansi pembelian suatu barang, tentunya penjual tak mau dirugikan. Apalagi kalau sudah dipakai atau sudah buka segelnya, biasanya penjual sudah sangat emosional menerima barang yang dikembalikan. Dalam kondisi ini, penjual yang masih pakai policy lama akan dengan cepat tersingkir dari persaingan bisnis.

Biasanya memang toko online kecil dan tidak ternama, akan merasa dirugikan bila barang harus dikembalikan. Mereka akan kehilangan atas ongkos pengiriman dan tentu saja biaya-biaya lainnya. Tidak heran dengan cepat toko online kecil ini akan tersingkir dari persaingan.

Toko online yang rendah dalam policy perlindungan atas konsumen, akan dengan segera gulung tikar. Meskipun bisa saja jaya di awal, tapi tetap akan menghadapi komplain atau persoalan barang KW yang harus direturn ini. Disini sebagai konsumen yang membeli barang secara online, lebih baik baca policy toko online sebelum memutuskan untuk membeli.

Hindari toko online yang masih memakai cara lama atau membebankan ongkos kirim pada konsumennya. Ini sudah bukan jamannya jual barang main menangnya sendiri atau main tipu menipu. 

Monday, November 2, 2015

Deflasi lagi, kemungkinan Daya Beli Masyarakat belum Pulih

Akselerasi yang dilakukan pemerintah untuk mendorong daya beli masyarakat nampaknya belum berhasil. Sisa anggaran masih sangat besar dengan tenggang waktu yang semakin menyempit. Sangat wajar bila deflasi yang terjadi lagi adalah masih lemahnya daya beli masyarakat.

Boleh dibilang sudah setahun lebih penghapusan subsidi BBM dan dampaknya begitu dalam. Melemahnya daya beli masyarakat telah memukul perekonomian Indonesia yang bertumpuh dari pertumbuhan konsumtif. Dengan kondisi yang tak kunjung membaik, maka koreksi angka pertumbuhan ekonomi oleh beberapa lembaga keuangan dunia cukup relevan.

Hanya memang pemerintah tidak pernah merespon pandangan pihak ketiga dengan perubahan kebijakan ekonomi yang lebih agresif. Selama ini berbagai kebijakan yang dikeluarkan lebih dari “menghalau asap” daripada “memadamkan api” yang menjadi penyebab melambatnya ekonomi. Meski pemerintah bisa sembunyi dari faktor eksternal perlambatan ekonomi dunia, namun banyak Negara yang bisa dengan cepat keluar dari perlambatan ekonomi dan tumbuh lebih baik.

Indonesia terlalu sibuk dengan persoalan yang dibuat sendiri sehingga keluar dari arah pembangunan ekonomi yang lebih produktif. Penghapusan subsidi BBM benar-benar menyita seluruh energi pemerintah. Efek yang ditimbulkan sangat sulit untuk diatasi hingga merembet kemana-mana, menimbulkan efek domino dan terperangkap dalam persoalan yang dibuatnya sendiri.

Penghapusan subsidi BBM mungkin benar dengan resistansi yang minimal, namun ini tidak berarti mengabaikan efek yang ditimbulkan. Tindakan yang hanya menyisihkan sebagian dana dari penghapusan subsidi BBM bagi rakyat kurang mampu sudah tepat tapi kurang terarah. Harusnya dana dari subsidi BBM bukan untuk membangun infrastruktur melainkan memperbaiki daya beli masyarakat.

Boleh saja beralasan pembangunan infrastruktur akan mengerakan perekonomian, tapi tidak untuk jangka pendek. Padahal daya beli masyarakat ini sudah hancur oleh hantaman penghapusan subsidi BBM. Disini terlihat strategi yang digunakan pemerintah sudah salah arah.

Kebijakan yang diambil terlalu “polos” hingga terjebak oleh lubang yang digalinya sendiri. Bukan tidak mungkin perekonomian akan sulit bangkit dengan pola kebijakan yang itu-itu saja. Pola konsumtif yang masih terus diikuti tanpa mau bekerja keras untuk berubah menjadi lebih produktif.

Harga Obat antara Bisnis dan Kemanusiaan

Kabar dokter terima suap dari perusahaan farmasi sudah bukan rahasia lagi. Jaringan hubungan mereka lewat detailer obat atau sales obat atau medical representative ini bukan barang baru. Ini tumbuh seiring berkembangnya industri farmasi, namun pada akhirnya memang mengakibatkan harga obat menjadi semakin mahal.

Para “mafia” ini berdalih, kalau tak mau tercekik harga obat lebih baik pakai BPJS atau obat generik yang kualitasnya juga sama. Namun dibalik itu seringkali dokter menyalahgunakan keahliannya dan sumpah jabatannya. Pasien yang baru datang dan belum di-diagnose secara jelas akan mendapatkan obat-obatan “eksperimen” atau “sogokan” dari detailer obat.

Saat ini para pasien ini sudah melek teknologi dengan mudahnya bisa tahu obat untuk sakit yang dideritanya. Pasien bisa mengecek di internet dengan cepat dan akurat akan jenis obat yang harus didapatkan. Namun dalam kasus penyakit yang “abu-abu”, sering menjadi mangsa para mafia obat ini.

Harga obat yang diresepkan bisa 10 kali lipat dari harga obat generik. Itupun tidak satu biji, bisa puluhan dan larinya ke para mafia obat ini. Bila ditelurusi, sebenarnya cukup mudah mendapatkan bukti akan mafia obat ini, hanya saja memang berlindung dibalik kerahasiaan medis yang menjadi senjata para dokter.

Bukan bermaksud menuduh tanpa bukti yang jelas, tapi memang kondisinya sudah seperti itu. Pasien berada pada posisi yang lemah, maunya memang agar cepat sembuh maka percaya saja akan resep yang diberikan dokter. Disini terlihat tipis sekali perbedaan antara bisnis dan kemanusiaan.

Dokter bisa berdalih dengan obat yang mahal akan bisa menyembuhkan dengan segera. Namun pasien juga berhak mendapatkan pengobatan yang manusiawi, diberikan obat sesuai dengan sakit yang dideritanya atau bukan menjadi “kelinci percobaan” para mafia obat.

Bila di media lagi ramai dibicarakan dokter yang menerima suap dari perusahaan farmasi, sebenarnya bukan barang baru. Ini sudah terjadi bertahun-tahun tanpa tersentuh kode etik kedokteran atau medis. Simbosis yang saling menguntungkan ini menciptakan mafia obat yang mengatur harga obat menjadi semakin mahal.

Kalau dulu detailer obat ini memberi pulpen dengan nama obat, tas dengan nama obat atau cenderamata lainnya. Saat ini modusnya sudah berkembang lebih canggih, dan semakin lihai menghindari endusan media. Namun sebenarnya praktek “kotor” mereka sudah diketahui publik sejak lama. Biasanya pasien akan menyesuaikan dirinya dengan memilih obat generik yang sejenis dengan resep obat. 

Sunday, November 1, 2015

Kabut Asap biang Rontoknya Saham Perkebunan

Boleh dibilang kinerja saham perkebunan cukup bagus sejak awal tahun, sempat menjadi motor pergerakan saham utama di bursa. Namun semenjak kasus kabut asap yang tak kunjung usai, performa saham-saham perkebunan ini mulai meredup, bahkan mulai menyamai nasibnya dengan saham pertambangan. 

Banyak yang berpendapat kejatuhan saham perkebunan ini sudah terjadi sejak kondisi perkonomian di cina mulai melambat. Dimana permintaan akan komoditas perkebunan mengikuti turunnya perekonomian cina, sedang kasus kabut asap bukanlah penyebab utamanya. Namun bila melihat kinerja saham lainnya, nampaknya saham perkebunan ini paling sulit “move on” setelah “black Monday”.

Padahal hampir semua saham bergerak positif dengan rentang yang lebih bagus. Bisa saja persoalan kabut asap ini mulai memakan korban lebih dari yang diperkirakan. Soalnya otomatis kegiatan perkebunan serta aktifitas di daerah terkena kabut asap akan terhambat oleh amukan kabut asap ini.

Seperti diutarakan sebelumnya, bahwa sektor perkebunan ini menjadi motor pergerakan di bursa saham sejak awal tahun. Saat ekonomi lesu, saham perkebunan ini masih mampu mengangkat indeks saham gabungan ke titik positif. Ini bisa diartikan kasus kabut asap ini tidak main-main dalam menghantam kinerja saham-saham perkebunan.

Apalagi dengan prospek kasusnya yang mulai masuk ranah hukum. Beberapa petinggi perusahaan perkebunan harus mempertanggung-jawabkan terjadinya kabut asap di daerah wilayah kerjanya. Otomatis ini akan mengganggu kinerja perusahaan perkebunan tersebut, beberapa malah menjadi tersangka, meski pihak berwenang masih menutupi kasusnya.

Diperkirakan tak ingin ada kegaduhan, namun publik juga ingin tahu mereka yang bertanggung-jawab akan amukan kabut asap yang terjadi ini. Soalnya efeknya sudah sangat buruk, bahkan menjadi kejadian yang terburuk dalam sejarah Indonesia.

Bila melihat prospek saham perkebunan ini sebenarnya masih positif. Terlebih ada langkah pemerintah Indonesia dan Malaysia memperbaiki perdagangan kelapa sawit. Juga perkiraan akan datangnya hujan dengan segera, maka kasus kabut asap akan segera berlalu.

Sebenarnya pula posisi saham-saham perkebunan ini sudah cukup undervalue. Sejak dari kejatuhan saat “black Monday”, saham perkebunan belum menunjukan kinerja yang sebenarnya. Diperkirakan masih memiliki harapan untuk bergerak positif dan menjadi motor pergerakan di bursa.