Pages

Friday, November 5, 2010

Tips Beli Tanah Warisan

Tips Beli Tanah Warisan di daerah Semarang dan di Indonesia??? Tanah Warisan atau tanah yang dimiliki bersama oleh ahli waris merupakan tanah yang boleh dibilang rawan konflik dan sengketa pertanahan. Berdasarkan pengamatan penulis, hampir 65 % kasus konflik dan sengketa di Kabupaten Bangli terjadi pada tanah yang berasal dari tanah warisan.

Berikut Tips Membeli Tanah Warisan sebagai berikut :
  • Pastikan surst-surat tanah warisan tersebut lengkap (ada SPPT, Bukti-bukti pemilikan sebelumnya bias berupa sertipikat, akta jual beli, hibah, surat wasiat, girik, letter C dan lain-lain)
  • Pastikan objek jual beli itu ada dengan cara meninjau langsung lokasi tanah dan berusaha untuk mencari info tentang status dan kondisi tanah tersebut pada orang yang dituakan dilokasi tanah berada (sengketa atau tidak, digadaikan atau tidak, dijaminkan atau tidak....? dll).
  • Buatlah Akta Jual Beli melalui PPAT dan jangan lupa membayar Pajak BPHTB-nya.
  • Pastikan pula identitas pemilik tanah , siapa-siapa saja yang termasuk sebagai ahli waris atas tanah tersebut.
  • Pembeli dan penjual (semua ahli waris) diwajibkan hadir dihadapan PPAT untuk membuat dan menandatangani Akta Jual Beli tersebut.
  • Hindari sebisa mungkin kedua belah pihak mewakilkan kepada pihak lain atau biasa dikenal dengan istilah Kuasa Menjual apalagi dibawah tangan (tidak dibuat oleh Notaris). Ingat…banyak kejadian tanda tangan ahli waris dipalsukan atau ditandatangani sendiri oleh pihak yang menjadi pihak penerima kuasa menjual.
  • Hindari sikap yang penting Akta jadi, tidak mau tahu dan tahu beres saja. Umumnya terjadi saat pembuatan akta, kedua belah pihak tidak hadir menghadap PPAT dan itu sangat beresiko besar dikemudian hari.
  • Lakukan pembayaran atau penyerahan uang kepada pihak penjual didepan PPAT dengan saksi-saksi dari kedua belah pihak atau pejabat pemerintahan setempat atau yang bida dipercaya. Pastikan semua ahli waris telah menerima uang hasil penjualan.
  • Buatlah Dokumentasi/ foto  semua  kegiatan tersebut   (penandatanganan Akta, penyerahan uang, dll) yang tujuannya apabila dikemudian hari timbul masalah, foto tersebut dapat dijadikan alat pembuktian bahwa ahli waris (penjual) pada saat itu ada dan telah menerima uang hasil penjualan tanah warisannya.
  • Hindari melakukan transaksi jual beli dari belakang meja atau melalui perantara (tidak bertemu langsung dengan pemilik tanah).
  • Sesegera mungkin mendaftarkan tanah anda ke Kantor Pertanahan setempat selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak Akta selesai.
  • Pelihara dan manfaatkan tanah yang baru anda beli sebaik mungkin dan jangan ditelantarkan (pasang patok tanda batas, melakukan pemagaran, dll).

Beli Rumah di Semarang dengan KPR

Tips Beli Rumah di Semarang dengan KPR??? Ingin punya rumah tapi uang cekak? Tenang. Tengoklah bank-bank di sekitar Anda. Sekarang ini bukanlah hal sulit mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) yang bunganya ditawarkan secara beragam oleh bank. Tapi sebelum melangkah, ada baiknya Anda mengetahui tentang seluk beluk dan tips mengajukan KPR atau bisa bertanya ke agen property di semarang mengenai harga rumah yang anda minati. Berdasarkan penjelasan Bank Indonesia, kredit pemilikan rumah adalah suatu fasilitas kredit yang diberikan oleh perbankan kepada para nasabah perorangan yang akan membeli atau memperbaiki rumah.

Di Indonesia, saat ini dikenal ada dua jenis KPR :
1. KPR Subsidi, yaitu suatu kredit yang diperuntukan kepada masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dalam rangka memenuhi kebutuhan perumahan atau perbaikan rumah yang telah dimiliki. Bentuk subsidi yang diberikan berupa subsidi meringankan kredit dan subsidi menambah dana pembangunan atau perbaikan rumah. Kredit subsidi ini diatur tersendiri oleh pemerintah, sehingga tidak setiap masyarakat yang mengajukan kredit dapat diberikan fasilitas ini. Secara umum batasan yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam memberikan subsidi adalah penghasilan pemohon dan maksimum kredit yang diberikan.
2. KPR Non Subsidi, yaitu suatu KPR yang diperuntukan bagi seluruh masyarakat. Ketentuan KPR ditetapkan oleh bank, sehingga penentuan besarnya kredit maupun suku bunga dilakukan sesuai kebijakan bank yang bersangkutan.

Apa Saja Persyaratan KPR?
Secara umum persyaratan dan ketentuan yang diperlakukan oleh bank untuk nasabah yang akan mengambil KPR relatif sama. Baik dari sisi administrasi maupun dari sisi penentuan kreditnya. Untuk mengajukan  KPR, pemohon harus melampirkan :
  • KTP suami dan atau istri (bila sudah menikah)
  • Kartu Keluarga
  • Keterangan penghasilan atau slip gaji
  • Laporan keuangan (untuk wiraswasta)
  • NPWP Pribadi (untuk kredit di atas Rp 100 juta)
  • SPT PPh Pribadi (untuk kredit di atas Rp 50 juta)
  • Foto kopi sertifikat induk dan atau pecahan (bila membelinya dari developer)
  • Foto kopi sertifikat (bila jual beli perorangan)
  • Foto kopi IMB

Tips Membeli Rumah Second

Tips Membeli Rumah Second??? Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika membeli rumah second.

Pertama, kondisi bangunan terutama menyangkut pondasi, struktur, penutup lantai, penutup dinding, rangka atap, penutup atap, dan plafon serta utilitas di dalamnya. Pastikan semuanya masih cukup baik, aman, berfungsi, dan tidak memerlukan banyak perbaikan. Kecuali bangunan memang sudah tua (di atas 20 tahun) dan tidak layak lagi dipakai, yang ditransaksikan hanya tanahnya. Untuk itu, jangan lupa cek langsung ke lokasi dengan seksama, jangan hanya menerima laporan dari pihak ketiga. Pastikan juga rumah dan lingkungannya bukan daerah rawan rayap. Kalau rawan rapay, sebaiknya rumah diberik treatment antirayap.

Kedua, status tanah, apakah HGB, hal milik, strata title, atau apa? Kalau HGB, apakah sertifikatnya masih berlaku atau perlu diperpanjang? Kalau harus diperpanjang, apakah memungkinkan dan berapa biayanya? Mungkinkah status HGB itu diubah menjadihak milik? Itu semua perlu diperhitungkan saat negosiasi harga. Jangan lupa mencocokkan nama pemilik dan nomor rumahnya dengan nama dan nomor yang tercantum di sertifikat. Terlebih pada rumah warisan, kesamaan nama penjual dengan nama yang tercantum dalam sertifikat sangat mutlak bila Anda tidakingin bermasalah. Kalau kepemilikan rumah masih atas nama orangtua ahli waris, pastikan saat bertransaksi semua ahli waris menyetujuinya secara tertulis. Untuk itu, sebaiknya jangan bertransaksi di bawah tangan tapi melalui notaris.

Ketiga, ukuran tanah dan rumah apakah memang sesuai dengan yang tercantum dalam sertifikat dan IMB? Sangat baik jika kita melakukan pengukuran ulang. Bukan hanya supaya transaksi berjalan benar, tetapi juga supaya ukuran rumah dan tanah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita.

Keempat, IMB dan gambar rancang bangun rumah. Sebaiknya tidak ada perubahan signifikan pada bangunan yang melenceng dari IMB. Kalau rumah tidak dilengkapi IMB, kita tidak bisa mendapatkan dukungan KPR dari bank untuk membelinya. Selain itu ada kemungkinan rumah dirobohkan petugas pemda karena dianggap melanggar ketentuan peruntukan pendirian rumah. Kalau ingin merenovasinya setelah dibeli, pastikan rumah memang boleh direnovasi dan tidak termasuk dalam cagar budaya. Kalau termasuk cagar budaya, perjelas sampai sejauh mana rumah boleh direnovasi.

Kelima, status rumah tidak dalam sitaan atau digadaikan, yidak sedang dijaminkan ke bank atau dalam sengketa, tidak memiliki tanah lebih yang tidak dicatat dalam sertifikat karena merupakan bagian dari fasos fasum, dan tidak sedang dihuni atau sudah kosong. Yang terakhir, ini juga penting karena sering saat bertransaksi, rumah masih dihuni oleh kerabat penjual. Akibatnya, setelah transaksi, pembeli tidak bisa langsung menguasai rumahnya dan terlibat konflik dengan penghuni. Untuk itu, jangan lupa cek langsung ke lokasi, dan mintalah kejujuran penjual, tanyakan kepada warga sekitarnya, dan bikin klausul perjanjian bersyarat yang memungkinkan Anda meminta pengembvalian pembayaran atau membatalkan transaksi bila status rumah tidak freen clean and clear. Lakukanlah transaksi dengan akte notaris.

Keenam, kondisi lingkungan perumahan, apakah cukup baik dan memadai, baik kondisi jalan dan saluran, jaringan utilitas, maupun aksesibilitas dan fasilitas publik yang ada di sekitarnya? Rumah idealnya bisa dilalui kendaraan secara leluasa, kondisi jalan dan salurannya terawat, keamanan lingkungannya cukup kondusif, tidak kebanjiran, dan masyarakatnya cukup menerima pendatang baru.

Ketujuh, jaringan telepon, suplai listrik, air, dan gas (kalau ada), apakah tersedia dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan seisi rumah dan tidak sering muncul masalah? Tanyakan apakah rumah sudah dilengkapi jaringan telepon, dan berapa kapasitas listrik, air, dan gas yang terpasang? Untuk itu mintalah penjual menunjukkan dokumen pemasangan dan rekening terakhirnya.

Kedelapan, riwayat rumah. Pernahkah rumah itu terbakar seluruhnya atau sebagian? Kalau pernah bagaimana dampaknya terhadap pondasi dan struktur bangunan? Apa yang dilakukan pemilik lama saat memperbaikinya? Adakah di rumah pernah terjadi peristiwa kriminal yang menggegerkan seperti pembunuhan dan perampokan? Bagaimana kejadian itu bisa terjadi dan bagaimana penyelesainnya?

Kesembilan, Pajak Bumi dan Bangunan. Pastikan penjual selalu membayarnya secara teratur, termasuk biaya-biaya lain seperti iuran pengelolaan lingkungan (IPL) dan lainnya. Mintalah bukti pembayaran terakhir berbagai bea dan biaya itu.

Kesepuluh, harga rumah. Jangan percaya begitu saja dengan harga pasar yang disebutkan penjual. Mintalah bukti pembayaran PBB yang terakhir. Di situ tercantum NJOP tanah dan bangunannya. Setelah itu, cari informasi ke warga sekitar tentang pasaran harga rumah di lokasi setempat. Bisa juga bertanya atau mencari tahu ke kantor broker terdekat, atau melihat iklan rumah sekelas di lokasi terdekat di surat kabar sebagai perbandingan.

Kesebelas, dukungan KPR. Sebaiknya transaksi rumah seken juga dilakukan dengan fasilitas KPR karena jauh lebih aman. Untuk itu sebelum bertransaksi, ada baiknya meminta bank yang akan menyalurkan kredit agar menilai rumah tersebut. Paling tidak, hasil penilaian penilai profesional bisa dipakai sevagai patokan untuk menawar harga rumah secara pantas. Harga rumah seken biasanya lebih murah dibandingkan rumah baru sekelas. Tapi ini sangat tergantung situasi ekonomi, kondisi bangunan, dan prestise lingkungannya.

Pasar Properti

Pengertian Pasar Properti??? Pembeli dan penjual dari berbagai jenis properti berinteraksi pada tempat yang berbeda dengan alasan masing-masing. Pasar properti dibagi dalam kategori berdasarkan kepada jenis properti yang berbeda dan pendekatan mereka terhadap pelaku pasar yang berbeda. Pasar bagi kategori properti  kemudian dibagi lagi ke dalam jenis-jenis pasar sesuai dengan keinginan penjual dan pembeli. Semua jenis pasar dipengaruhi oleh sikap, motivasi dan interaksi antara pembeli dan penjual real property, yang kemudian akan tunduk pada berbagai pengaruh sosial, ekonomi, pemerintah dan lingkungan. Pasar properti mungkin dipelajari berdasarkan geografisnya, persaingan, permintaan, dan penawaran yang akan behubungan dengan kondisi properti.

Penilaian terhadap Pasar Properti
Penilai dalam melakukan penilaian terhadap properti selalu dalam konteks pasar properti, sehingga gambaran pasar properti  dan sub pasar merupakan hal yang penting bagi penilai. Dalam penugasan penilaian, khususnya dalam mencari estimasi nilai pasar, pemahaman penilai atas pasar dari suatu properti tertentu memberikan kriteria yang digunakan dalam melakukan penelitian, memilih dan menginterprestasikan perbandingan dari properti lain. Untuk tiba pada suatu estimasi nilai pasar, penilai harus mengidentifikasi dan menganalisa pasar atau pasar yang mempengaruhi properti yang dinilai.

Ciri-Ciri Pasar Properti
Pasar properti tidak mempunyai ciri seperti pasar untuk barang dan jasa, yaitu bahwa pasar properti itu tidak efisien. Tingkat efisiensi suatu pasar didasarkan kepada asumsi tentang perilaku dari pembeli dan penjual sebagaimana ciri dari barang perdagangan. Barang-barang dan jasa-jasa yang diperdagangkan pada pasar yang efisien merupakan artikel yang homogen yang siap disubtitusikan dengan yang lain. Tidak ada properti yang secara fisik itu sama.
Pada pasar yang efisien disana ada banyak pembeli dan penjual yang menciptakan adanya kompetisi, pasar bebas dimana tak seorangpun yang mampu mempengaruhi secara langsung harga yang terjadi di pasar.
Pada pasar efisien, harga relatif sama dan stabil. Harga sering menjadi pertimbangan utama dalam keputusan pembelian atau penjualan karena kualitas properti cenderung sama pada harga tertentu. Di dalam pasar properti, harga relatif tinggi dan sangat sedikit pembeli mempunyai cukup uang untuk membeli secara tunai.
Dan banyak ciri-ciri lain yang membedakannya dengan pasar efisien.

Jenis Pasar Properti
Perbedaan pasar properti diciptakan oleh kebutuhan, keinginan, motivasi, lokasi dan usia dari para pelaku pasar dan jenis, lokasi, desain serta pembatasan zoning dari properti. Jenis pasar properti dapat diidentifikasikan sesuai dengan 5 kategori dari properti, yakni:
  • Residensial, rumah untuk keluarga yang terpisah, rumah untuk keluarga yang bergandengan, bangunan apartemen dengan beberapa penyewa.
  • Bangunan komersial: bangunan perkantoran, industri pelayanan dan pusat profesional, mal, pasar grosir, hotel dan motel.
  • Industri: pabrik/manufaktur, bangunan penelitian dan pengembangan.
  • Pertanian: perkebunan, gudang, peternakan, pengolahan kayu dan pertambangan
  • Untuk tujuan khusus: properti dengan desain yang unik yang mempunyai sifat yang membatasi penggunaannya untuk mana mereka itu dibangun seperti sekolahan, bandar udara, ruang pertemuan, lapangan golf, tempat hiburan dan sebagainya.

Analisa Rumah

Analisa Rumah??? Berikut adalah Tips untuk menganalisa rumah yang akan dibeli di daerah Semarang ataupun di tempat lain di Indonesia.

Analisa Sejarah Rumah dan Polusi
Anda perlu mengetahui sejarah rumah, karena dapat mempengaruhi penilaian atas rumah tersebut. Misalnya pernah ditinggali selebritis atau pejabat, maka harga cenderung lebih tinggi dari rumah sekitarnya. Mungkin juga pernah tersiar kabar bahwa sering terlihat makhluk halus bergentayangan di rumah tersebut, maka harga rumah cenderung menurun dibandingkan rumah sekitarnya. Untuk itu, tanya sejarah rumah kepada pemilik rumah sebelumnya atau cari tahu kepada tetangga dan agen propreti yang menangani rumah tersebut untuk mengetahui harga purna jual.
Berapa tingkat polusi di daerah rumah Anda? Apakah berdekatan dengan pos pembuangan sampah atau restoran yang dapat menyebarkan wangi udara tertentu? Apakah berdekatan dengan tempat ibadah, sekolah, mall atau sarana publik lainnya yang dapat menimbulkan keramaian saat Anda membutuhkan ketenangan? Polusi di sini bisa berarti polusi udara, suara dan air. Perhatikan suara lalu lalang kendaraan di rumah Anda, apakah terdengar jelas dari dalam rumah. Lihat juga apakah di dekat rumah ada rel kereta api. Jika iya, Anda harus cukup sabar dan beradaptasi jika memutuskan mengambil rumah tersebut.

Analisa Akses dan Posisi Rumah
Bagaimana akses ke rumah Anda? Apakah lokasinya cukup strategis untuk dilalui jalur angkutan umum? Apakah tersedia cukup tempat parkir? Cukup lebarkah jalan untuk dilalui mobil dua mobil? Atau hanya muat satu mobil saja? Kembangkan pertanyaan Anda sehingga Anda dating ke lokasi sebenarnya Anda tinggal mendapatkan jawaban-jawaban.
Pencari rumah masih banyak memperhatikan faktor fengshui untuk melihat peruntungan tempat tinggal bagi kesehatan ataupun usahanya. Sebagian lainnya, melihat posisi rumah terkait pengaruh sinar matahari saat pagi, siang dan sore hari. Apakah rumah sangat terik justru pada waktu Anda ada di dalam rumah?

Analisa Dasar Bangunan dan Fasilitas Rumah
KDB atau Koefisien Dasar Bangunan adalah angka koefisien antara luas bangunan lantai dasar dengan luas tanah kaveling atau lahan peruntukan.
Rumusnya: (luas bangunan lantai dasar : luas tanah atau blok)x100%
Yang wajib dihitung dalam KDB adalah area beratap yang sisinya dibatasi dengan dinding setinggi lebih dari 1,2 m, overstek atap melebihi 1,5 m, mezzanin yang luasnya lebih dari 50% luas lantai dasar. Anda perlu menghitung KDB rumah incaran, setelah itu cocokkan dengan nilai KDB yang berlaku di daerah tersebut.
Fasilitas rumah sesuai dengan kebutuhan Anda, seperti jumlah kamar utama dan kamar pembantu, jaringan telpon, daya listrik, sumber air bersih, dapur bersih/dapur kotor, gudang. Ini bisa diperhitungkan dari jumlah anggota keluarga, usia, aktifitas, kebiasaan anggota keluarga dan hobi.

Analisa Kondisi Rumah dan Struktur Bangunan
Apakah Anda perlu menyiapkan budget tambahan untuk merenovasi rumah? Cermatilah kondisi rumah yang sebenarnya. Jangan tutup mata, sekalipun Anda sudah jatuh cinta pertama kali dengan rumah idaman Anda. Di belakang Anda, seorang penjual mungkin akan menutupi kerusakan yang sebenarnya pada rumah, sebelum Anda datang. Jangan sungkan mencoba listrik dan air sebagai komponen pendukung utama yang harus tersedia di dalam rumah.
Kolom atau tiang yang baik seharusnya dibuat menerus dalam satu lantai di atasnya. Kesalahan fatal yang biasa ditemui di lapangan, kolom di lantai dua hanya dibuat di atas balok induk yang melintang di bawahnya, ini fatal karena balok akan menahan beban berlebihan. Suatu saat balok sebagai tumpuan ini akan runtuh karena menanggung beban di luar batas.

Analisa Lingkungan dan Keamanan Rumah
Sebelum mencapai rumah yang Anda tuju, tentu Anda melewat lingkungan sekitarnya. Perhatikan lingkungan yang dilalui, apakah sesuai dengan impian Anda. Kenalilah siapa saja tetangga Anda. Fasilitas lingkungan baik yang dengan sengaja dibuat tempat tersebut atau memang yang dekat aksesnya dengan rumah, juga memberikan nilai tambah, seperti lapangan tenis, kolam renang, sports club, jogging area, taman bermain, area publik, tempat ibadah, dan lain sebagainya.
Anda harus memiliki rasa aman dan nyaman untuk tinggal dalam rumah Anda. Pada siang hari, saat Anda bekerja dan anak Anda pergi sekolah, apakah Anda dapat meninggalkan rumah Anda dalam posisi kosong tanpa rasa was-was? Pada malam hari, apakah Anda dapat tidur dengan nyenyak karena Anda usdah yakin semua isi rumah tidak akan berkurang saat Anda bangun keesokan hari?

Investasi Property Real Estate

Investasi Property Real Estate??? Investasi property pada real estate sebetulnya merupakan produk dari faham kapitalisme pada zaman revolusi industri. Pembangunan pabrik baru banyak menarik para pekerja dari pedesaan pindah ke kota-kota. Ketika mereka pindah ke kota, mereka harus menyewa perumahan yang disediakan oleh pengembang perumahan yang merupakan investor pada real estate.

Dengan berkembangnya penduduk perkotaan dan pertumbuhan industri, menyebabkan kota menjadi tempat yang lebih banyak dapat menyediakan layanan dan administrasi. Kota menjadi pusat bagi kegiatan komersial dan meningkatkan perkembangan perkantoran serta bisnis eceran. Secara bertahap, pemikiran bahwa pemilik lahan akan membangun, membiayai dan menguasai proyek perkotaan mulai berubah. Di kebanyakan kota, peranan dari pengembang, pihak yang membiayai pembangunan dan proyek-proyek mulai terpisah dan terspesialisasi.

Sebagai dukungan atas perkembangan itu, maka mulai timbullah pelayanan jasa spesialis seperti broker/pialang tanah, agen, manajer properti dan lain sebagainya.

Karakteristik Investasi Tanah

Karakteristik Investasi Tanah??? Dalam konsep ekonomi maka tanah itu mempunyai nilai. Tanah mempunyai karakteristik yang unik karena tidak dapat digunakan secara bersama-sama dengan investasi lain.

Ciri lainnya adalah :
  • Setiap persil tanah bersifat unik di lokasinya serta komposisinya, tidak dapat dipindahkan ke posisi yang lebih baik
  • Tanah memerlukan pengembangan agar menjadi lebih produktif
  • Tanah dapat digunakan berulang kali dalam waktu yang lama dan memerlukan berbagai keahlian guna mengoperasikannya dalam pengertian investasi secara benar
  • Tanah itu adanya terbatas dan tidak ada data formal sehingga sulit untuk menemukan segala sesuatu informasi yang kita perlukan tanpa mengadakan penelitian
  • Tanah itu sangat berguna bagi masyarakat namun tidak ada pasar formal seperti Bursa Real Estate atau Pasar Kondominium baik untuk pertukaran maupun jual beli
  • Kebanyakan anggota masyarakat tidak mengetahui banyak tentang penjualan dari properti dan bahkan sangat sedikit mengetahui mengenai negosiasi yang sedang berlangsung
  • Sistem pendanaan dengan jumlah yang besar dan kompleks diperlukan untuk mendukung pasar real estate
  • Adanya kesenjangan waktu yang panjang antara keputusan atas konsep/rencana pengembangan dengan penjualannya dan dalam tenggang waktu tersebut maka berbagai penyimpangan dari rencana akan terjadi
  • Secara relatif tidak bisa dibagi sehingga agak sulit untuk membelinya sesuai dengan ukuran yang kita butuhkan, dan biasanya harus membelinya secara utuh/keseluruhan.